Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Agus Ubaidillah Alhakim, Peraih Medali Perunggu OSN Kimia 2025: Berharap Pemerintah Perhatian Siswa Berprestasi

Dewi Safitri • Jumat, 7 November 2025 | 15:30 WIB
BERPRESTASI: Agus Ubaidillah Alhakim, berhasil membawa pulang medali perunggu OSN Kimia 2025
BERPRESTASI: Agus Ubaidillah Alhakim, berhasil membawa pulang medali perunggu OSN Kimia 2025

 

Agus Ubaidillah Alhakim berhasil meraih Medali Perunggu OSN bidang Kimia 2025. Meski minim apresiasi dari pemerintah, tetap semangat berkiprah.


DEWI SAFITRI, Bojonegoro


DI balik deretan angka, rumus, dan senyawa yang terdengar asing bagi sebagian orang. Agus Ubaidillah Alhakim merangkai kisah perjalanan yang tidak terduga.

Dari kesenangannya menyelami dunia sejarah, remaja 18 tahun tersebut beralih ke bidang kimia. Hingga sukses menorehkan prestasi membanggakan, yakni membawa pulang medali perunggu di ajang Olimpiade Sains Nasional (OSN) bidang Kimia 2025.

Siswa kelas 12 SMA Plus Ar Rahmat Bojonegoro tersebut tidak pernah membayangkan akan jatuh hati pada kimia. Bidang yang kini disenangi itu berawal dari selembar rapor kelas 10, nilai kimianya nyaris sempurna.

Dari situ, minatnya tumbuh dan membesar. Terlebih, ditunjang dengan adanya pembinaan olimpiade sains di sekolahnya. Membuat kimia menjadi bidang yang menurutnya sangat seru dan menyenangkan.

“Sebelumnya tidak pernah terfikirkan untuk belajar kimia. Dulu seringnya ikut olimpiade sejarah, bahkan sejak SMP suka IPS dan ikut olimpiade. Alhamdulillah beberapa kali menang,” katanya.

Agus menceritakan, persiapannya dalam menghadapi OSN telah dilakukan sejak kelas 11. Ia melihat peluang pada bidang Kimia. Terbukti, setelah didalami, berhasil di bidang ini.

“Merasa itu passion saya. Setelah dicoba, ternyata cocok dengan saya yang suka campuran. Tidak hanya hitungan, tapi ada hafalan dan logikanya. Sehingga, Kimia menjadi sangat menantang dan menarik,” lanjutnya.

Bagi Agus, passion tidak selalu diwariskan sejak dini. Kadang ia lahir dari kebetulan yang dirawat dengan konsisten. Dari MTK di MI, IPS di SMP, sejarah di kelas 10, hingga kimia mulai ditekuni di kelas 11 yang membawanya ke panggung nasional.

Sederet pengalaman berharga bersemayam di hati Agus selama mengikuti OSN. Mulai dari keseruan karena bisa berkenalan dan bertemu dengan anak-anak hebat dari seluruh Indonesia. Hingga kisah perjuangannya dalam mempersiapkan semua.

“Pernah saat belajar persiapan OSN tingkat Provinsi sampai mimisan dan itu tidak sadar. Ketika lagi latihan soal, tiba-tiba hidung saya keluar darah dan menetes ke buku,” kisahnya.

Tak hanya bahagia ketika perjuangan berbuah manis. Kekecewaan juga turut hadir, ketika apa yang diperjuangkannya tidak mendapat apresiasi dari pemerintah. Bahkan sejak lolos tingkat kabupaten hingga menjadi medalis nasional.

“Jika dibandingkan dengan daerah-daerah lain, itu mendapat penghargaan bahkan ketika lolos tingkat kabupaten. Apalagi sampai menjadi medalis,” ujarnya.

Meski begitu, ia tetap kokoh berdiri. Melihat, ada guru, adik kelas, dan teman-teman yang menjadi bahan bakar semangatnya. Menjadi salah satu hadiah terbaik, atas keberhasilannya mengalahkan 30.131 peserta OSN Kimia se-Indonesia.

Tidak hanya berkiprah di OSN Kimia 2025. Agus juga berhasil menjuarai berbagai kompetisi lainnya. Bahkan, sejak duduk di bangku SMP. Prestasi tersebut berlanjut hingga kini.

Beberapa prestasi terbaru, di antaranya Juara 3 Olimpiade Sejarah Nasional Ganapati 2023; Juara Harapan 2 Olimpiade Sejarah Odisea 2023 tingkat Nasional; dan Juara Harapan 3 Olimpiade Kimia Oksalat 2024 tingkat Provinsi Jawa Timur.

Kemudian Juara Umum Pramuka Tingkat Penegak Bojonegoro Tuban 2024; Juara 1 Battle of Mind Youth Edition 2025 tingkat Kabupaten; dan Juara 1 Olimpiade Kimia ChemCup 2025 tingkat Provinsi Jawa Timur; dan Juara 1 Kompetisi Sains SMA AWARD 2025 oleh Jawa Pos dan Dinas Pendidikan Jawa Timur.

Sederet prestasi tersebut tidak luput dari perjuangan Agus yang beriring motivasi. Baginya, haram untuk merasa tidak bisa dan insecure ketika melihat orang lain bisa.

Sebaliknya, selalu menjadikan motivasi, bisa meraih segalanya dengan satu kunci, yakni konsisten.

“Orang lain boleh meragukan dan meremehkan. Tapi, jangan merasa kecil. Cukup tunjukan dengan prestasi,” ungkapnya optimistis.

Dia berharap, Dinas Pendidikan Bojonegoro juga bisa lebih memerhatikan dan memberi dukungan kepada anak-anak yang berprestasi. Khususnya, di bidang akademik. (ewi/msu)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#indonesia #perunggu #Senyawa #medali perungggu #olimpiade #kimia #bojonegoro #OSN Kimia #osn #olimpiade sains nasional