Menjadi anggota Paskibraka bukan hanya soal tegap melangkah di lapangan. Bagi Arganela Igdaya Ferdiyanto, disiplin itu sampai ke hal-hal sederhana dalam keseharian, termasuk pola makan.
DHANI WAHYU ALFIANSYAH, Bojonegoro
RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Tak semua anak remaja sanggup menahan diri dari makanan pedas, gorengan, atau segarnya es di siang hari yang terik. Namun, bagi Arganela Igdaya Ferdiyanto, pantangan itu adalah bagian dari disiplin.
Semua itu Arga lakukan demi menjaga kondisi tubuh tetap bugar untuk menjalani latihan intensif sebagai calon anggota Paskibraka.
“Diimbangi pola makan teratur, tidak makan pedas, berminyak, dan minum es,” ujar Arga. Meski usianya baru 16 tahun, namun ia sudah dipercaya membawa nama Bojonegoro dalam seleksi Paskibraka tingkat provinsi. Siswa kelas XI-7 SMAN 2 Taruna Pamong Praja Jawa Timur ini harus menjalani tahapan panjang, mulai dari tingkat sekolah, kabupaten, hingga akhirnya lolos di provinsi.
“Sudah mengikuti seleksi yang sangat ketat, mulai dari tingkat sekolah, kabupaten, dan provinsi,” jelasnya. Perjalanan itu tidak singkat. Sejak duduk di bangku SMP, Arga sudah menyiapkan diri. Tekadnya lahir dari dorongan keluarga dan para pendidik. “Sudah niat dari kecil, sejak SMP termotivasi. Termotivasi dari orang tua dan bapak ibu guru,” katanya.
Bagi Arga, disiplin bukan hanya soal fisik. Latihan berjam-jam di lapangan memang menguras tenaga, tetapi tanggung jawab akademik tetap menjadi prioritas. Ia tidak ingin prestasinya di sekolah tertinggal.
“Waktu selesai latihan, tetap membaca-baca buku, untuk mengejar ketertinggalan waktu sekolah,” ujarnya.
Selain itu, Arga juga menunjukkan sisi lain dari dirinya. Pada seleksi di tingkat provinsi, ia tampil percaya diri dengan menampilkan bakat pencak silat. “Waktu seleksi di provinsi, saya membawakan minat bakat lain yakni pencak silat,” ungkapnya.
Dari rumahnya di Dukuh Putuk, Desa Sukosewu, Kecamatan Sukosewu, Arga membawa mimpi besar. Menjadi bagian dari pasukan pengibar bendera bukan hanya soal kehormatan, tetapi juga tentang pengabdian dan kerja keras. (dan/msu)
Editor : Yuan Edo Ramadhana