Salsa Deka Permana Putra sukses meraih Juara 1 Kategori Interegu Putra dan Juara 1 Kategori Double Event Putra pada Pekan Olahraga Mahasiswa Provinsi (Pomprov) Jawa Timur.
DEWI SAFITRI, Bojonegoro
LANGKAH Salsa Deka Permana Putra tiada lelah berlatih. Mengasah kemampuan di bidang olahraga takraw dengan tekad membulat dalam dirinya.
Bidang olahraga yang mulai diselami sejak kelas empat sekolah dasar tersebut. Menjadi kesenangan yang mengantarkan pada prestasi gemilang.
Yakni, sukses meraih Peraih Juara 1 Kategori Interegu Putra dan Juara 1 Kategori Double Event Putra dalam Pekan Olahraga Mahasiswa Provinsi (Pomprov) Jawa Timur.
Rasa bahagia mencuat dalam diri laki-laki 21 tahun tersebut. Tatkala keberhasilannya dalam mempersembahkan dua emas untuk kampusnya, Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri (Unugiri).
Bukan hanya sekadar kemenangan. Namun, buah dari segala perjuangan, mulai dari latihan fisik, taktik, hingga chemistry dengan teman setimnya. Yakni, Alexandro dan Hani Eko.
Latihan-latihan tersebut tiada lelah, terus diasah, selama satu bulan sebelum pertandingan.
‘’Senang dan bersyukur bisa meraih dua emas tersebut. Selain itu, bangga bisa mewakili Unugiri di Pomprov dan menjadi juara,’’ tutur mahasiswa 21 tahun tersebut.
Dalam prosesnya, mahasiswa jurusan Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi (PJKR) Unugiri Bojonegoro tersebut tidak sendirian. Ada tangan-tangan sabar dari para dosen yang membimbingnya.
Sering berlatih dan membangun chemistry dengan mengkomunikasikan apabila terdapat kekurangan, saling evaluasi, dan percaya dengan teman setimnya juga dilakukan. Untuk mencapai hasil memuaskan.
Baginya, takraw bukan sekadar soal pertandingan. Tapi tentang menjadi versi terbaik dari dirinya. Beragam pengalaman berkesan tak terlupakan, dari menggeluti bidang olahraga takraw.
Melalui olahraga ini juga, memiliki relasi lebih luas lagi, bertemu banyak teman-teman baru. Fisik dan mental juga terlatih dalam olahraga yang sukses mengharumkan namanya ini.
Meski tidak mudah dalam melalui setiap prosesnya. Namun, semangat terus membawa di setiap jalannya. Rasa lelah hingga cedera yang didapatkan selama latihan, membuahkan hasil manis.
Menjadi pemantik untuk meraih prestasi lebih tinggi dalam berbagai kompetisi ke depan. Sesuai dengan harapan yang terus dipupuknya. Yakni, menampak lebih jauh, menjadi atlet profesional dengan prestasi-prestasi membanggakan.
‘’Takraw merupakan olahraga yang unik, membutuhkan banyak keterampilan. Saya ingin menjadi atlet yang profesional dan meraih banyak prestasi,’’ pungkasnya. (*/msu)