Sinta Nur Rahmawati baru berkecimpung woodball akhir 2023. Namun, berhasil meraih Juara 3 Mix Fairway Woodball Kejuaraan Provinsi Jawa Timur 2025.
DEWI SAFITRI, Bojonegoro.
WOODBALL bagi Sinta Nur Rahmawati bukan sekadar olahraga. Gadis 17 tahun ini mendalami woodball sejak akhir 2023. Bermula dari tawaran kakak kelas untuk mengikuti ekstrakurikuler woodball.
Sinta merasa tertarik dan ingin memahami lebih banyak tentang woodball. ‘’2023 akhir, bermula dari tawaran kakak kelas,’’ kata perempuan asal Desa Sidodadi, Kecamatan Sukosewu tersebut.
Dari penasaran, lahirlah suka. Dari suka, lahirlah tekad. Hal tersebut yang dilalui Sinta. Kesenangannya dalam bidang olahraga woodball menghadirkan semangat dan tekad tersendiri untuk meraih prestasi di bidang yang digeluti.
Beragam kejuaraan diikuti siswa kelas 11 SMAN Model Terpadu Bojonegoro tersebut. Bahkan, sudah mengikuti empat kejuaraan di tingkat provinsi. Tidak hanya ikut serta dalam kompetisi.
Sinta juga beberapa kali berhasil menjadi juara yang membanggakan. Yakni, pernah juara 3 di kategori single fairway, team, dan double mix.
Dia merasa bangga karena bisa mengikuti pekan olahraga provinsi (porprov) Jawa Timur. Terlebih, jika mengingat di Bojonegoro cabang olahraga woodball pertama kali mengikuti porprov.
Meski tidak mudah jalan yang harus dilalui. Banyak perjuangan dilakukan. Termasuk mengorbankan waktu bersantainya untuk fokus latihan.
Namun, itu semua terbayarkan dengan prestasi membanggakan yang sukses diraih. Tidak mudah puas diri dengan apa yang telah didapatkan.
Sinta tetap semangat latihan meski gelar juara sudah pernah didapatkan. Hal tersebut justru menjadi bekal dan pemantik semangatnya untuk terus berlatih dan memberikan yang terbaik ke depan. Hingga mimpi-mimpi yang menjadi targetnya dapat menjadi kenyataan.
‘’Harapannya bisa memenuhi target emas di Porprov 2025 dan kejuaraan selanjutnya,’’ harapnya.
Sinta merasa, bahagia dengan jalan yang dipilih untuk berkecimpung di dunia woodball. Tidak hanya sukses membawanya menuju mimbar kemenangan. Dunia yang dipilihnya ini juga turut menyumbang banyak pengalaman dan pelajaran berharga dalam hidupnya.
Dari woodball ia belajar arti kekuatan yang sesungguhnya. Sinta menjadi lebih tau dan bisa memahami diri sendiri. Termasuk, mendapat pelajaran untuk bisa mengatur emosi dengan baik. Terlebih dalam permainan woodball.
Dari desa kecil di Bojonegoro, namanya kini mulai tumbuh dan mengharum. Bukan karena suara riuh, melainkan karena ketekunannya dalam menjalani setapak demi setapak jalan hidup yang telah dipilih. Yakni, menorehkan prestasi membanggakan di dunia woodball. (ewi/msu)
Editor : Yuan Edo Ramadhana