Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Wabup Nurul Azizah Inisiasi Batik Motif Obor Sewu: Bakal Menjadi PDH ASN Bojonegoro, Diluncurkan Pada HJB 2025

Yuan Edo Ramadhana • Rabu, 7 Mei 2025 | 22:00 WIB
SPIRIT PERJUANGAN: Wabup Nurul Azizah mengenakan batik motif obor sewu yang menjadi spirit ajaran samin mengusir penjajah dari tanah air. (DEWI SAFITRI/RADAR BOJONEGORO)
SPIRIT PERJUANGAN: Wabup Nurul Azizah mengenakan batik motif obor sewu yang menjadi spirit ajaran samin mengusir penjajah dari tanah air. (DEWI SAFITRI/RADAR BOJONEGORO)

 

Batik motif Obor Sewu memiliki spirit perjuangan ajaran Samin Surosentiko mengusir penjajah, rencananya digunakan pakaian dinas harian (PDH) di lingkup Pemkab Bojonegoro.


DEWI SAFITRI, Bojonegoro


BALUTAN busana dengan motif Obor Sewu menyempurnakan penampilan Wakil Bupati (Wabup) Bojonegoro Nurul Azizah dalam acara Fashion Show Kebaya Modern Batik Bojonegoro di Go Fun Entertainment Complex pada Sabtu (3/5).

Dengan warna hitam gelap berpadu motif Obor Sewu yang lebih terang. Membuat orang nomor dua di lingkup Pemkab Bojonegoro itu kian menawan di tengah gelapnya malam.

Dalam momen tersebut, Nurul Aziziah juga mengenalkan busana dengan motif Obor Sewu sebagai pakaian dinas harian (PDH) di Pemkab Bojonegoro. PDH adat Bojonegoro ini terdiri dari busana pria dan wanita dengan desain elegan.

‘’PDH ini akan digunakan ASN Bojonegoro di hari-hari tertentu dan akan dilaunching pada Hari Jadi Bojonegoro (HJB) 2025,’’ tuturnya.

Tidak hanya sekadar motif, Obor Sewu memiliki filosofi dan makna mendalam. Bahkan, motif tersebut telah menjadi ciri khas dari Bojonegoro. Selaras dengan adat, tradisi, dan sejarah Samin Surosentiko.

Penerus Ajaran Samin atau Sedulur Sikep Bambang Sutrisno menyampaikan, desain Obor Sewu dicetuskan pertama kali oleh Dosen ISI Yogyakarta Sugeng Wardoyo. Saat itu, Sugeng, melakukan penelitian terhadap adat, tradisi, dan sejarah samin yang masih lestari hingga saat ini di Kecamatan Margomulyo.

Melihat dari sejarah Mbah Samin Surosentiko, ketika mengumpulkan anak buah saat penjajahan Belanda. Kala itu, para anak buah dikumpulkan di tanah lapang ketika malam hari dengan lampu penerangan berupa obor dengan jumlah banyak. Kemudian, dikenal dengan nama Obor Sewu.

‘’Mangkanya Pak Sugeng menamakan motif itu dengan Obor Sewu agar mengenang jasa Mbah Surosentiko,’’ terang anak bungsu dari tujuh bersaudara keluarga Mbah Surosentiko tersebut.

Menurutnya, filosofi dari Obor Sewu tersebut sesuai dengan namanya. Obor yang merupakan lampu penerangan. Dan, Sewu artinya seribu atau berarti banyak. Dengan Obor Sewu, sesuai pitutur dari Mbah Surosentiko, dapat menjadi penerang bagi generasi penerusnya. Terutama, di tengah kegelapan.

‘’Inginnya, pituture Mbah Surosentiko, itu bisa menjadi penerang bagi generasi penerusnya,’’ ujarnya.

Tidak hanya dijadikan sebagai motif baju yang baru dikenalkan oleh Wabup Nurul Azizah. Motif Obor Sewu juga sudah melekat pada masyarakat Bojonegoro. Yakni, dengan udeng khas Samin yang bermotif Obor Sewu.

Tidak hanya digunakan oleh masyarakat samin atau garis keturunan Sedulur Sikep. Udeng Obor Sewu juga telah menjadi kewajiban bagi para aparatur sipil negara (ASN) di lingkup Pemerintah Kabupaten Bojonegoro. Berdasar Surat Edaran yang telah dikeluarkan sebelumnya. Para ASN di lingkup Pemkab Bojonegoro wajib menggunakan udeng Obor Sewu setiap hari Rabu. (ewi/msu)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#margomulyo #Nurul Azizah #Pakaian Dinas Harian #hari jadi bojonegoro #Penjajah #asn #batik bojonegoro #pemkab bojonegoro #obor sewu #samin surosentiko #sedulur sikep #PDH #bojonegoro #batik #samin #kebaya modern #Bambang Sutrisno