Deretan prestasi Sakha Wiratama Abiyyu di bidang olahraga catur membanggakan. Atlet cilik asal Desa Mulyoagung, Kecamatan Bojonegoro tersebut sudah menyelami dunia catur sejak TK.
DEWI SAFITRI, Bojonegoro
STRATEGI dalam bermain catur dikuasai Sakha Wiratama Abiyyu. Dengan taktik hebat, atlet cilik di bidang olahraga catur tersebut sukses mengalahkan lawan dalam berbagai kompetisi. Tak heran, berbagai lomba catur sering menyabet juara.
Berbagai perlombaan catur yang berhasil dimenangkannya meliputi, Juara 1 Acara Lomba Catur Gebyar MTs MUGA Tingkat SD/MI Se-Karesidenan Bojonegoro 2023; Juara Harapan 3 dalam Rangka HARLAH PP Al-Mutamakkin Ke-11 2024; Juara 2 Kelompok Usia 6-12 Tahun pada Kejuaraan Catur Cepat Percasi Kabupaten Bojonegoro 2024; dan Juara 1 Turnamen Catur Kuda Hitam Senju 2024.
Selanjutnya, peraih Juara 1 Kejurkab Catur Percasi Kabupaten Bojonegoro 2024; Juara 2 KU-9 Putra Junior Cap Kapal Tingkat Provinsi 2024; hingga Juara 2 Turnamen Catur Kameleon 7 Jenjang SD/MI Sederajat Tingkat Provinsi 2024.
’’Bahagia bisa mendapat juara di lomba catur. Bisa membanggakan orang tua dan sekolah,’’ ujar siswa kelas 3 MIN 1 Bojonegoro tersebut. Sakha telah aktif berkecimpung di bidang olahraga catur sejak masih duduk di bangku TK.
Bermula dari dikenalkan tentang dunia catur oleh sang ayah. Ia merasa ada ketertarikan. Sehingga, diberi pelatihan langsung dari sang ayah sejak masih duduk di bangku TK. ’’Tiba-tiba suka. Terus dilatih sama ayah sejak TK,” katanya.
Anak laki-laki berusia sembilan tahun tersebut kemudian memperdalam kemampuannya di bidang catur dengan mengikuti bimbingan bersama guru les sejak kelas 1 madrasah ibtidaiyah (MI). Ia rutin mengikuti bimbingan catur dua kali dalam satu minggu. Yakni, pada Kamis dan Minggu.
Bagi Sakha, bermain catur merupakan hobi seru. Besar kecilnya lawan yang dihadapi tidak membuatnya gentar. Ia trus semangat memainkan strategi untuk kemenangan dalam permainan catur yang dilakukan.
Meski, kadang ia merasa kesulitan saat mendapat lawan dengan grade di atasnya. Namun, pantang mundur baginya sebelum menyelesaikan apa yang telah dimulainya. ’’Kata ayah, lawan besar atau kecil tidak masalah. Jangan gerogi kalau melihat lawan lebih besar. Karena dalam permainan pasti ada menang dan kalah,” bebernya.
Support orang tua menjadi semangat bagi Sakha giat berlatih untuk menyelami bakat yang telah ditemukan dari kecil. Beriring dengan dukungan dan doa dari orang tua. Atlet catur cilik tersebut juga senantiasa melangitkan doa-doa sebelum perlombaan.
’’Setiap mau main selalu membaca bismillah dan salawat nabi tiga kali,” kata anak bercita-cita menjadi komandan tentara tersebut. (*/bgs)
Editor : Yuan Edo Ramadhana