Meski kick boxing cabang olahraga (cabor) baru di Bojonegoro. Namun, para atletnya mampu merengkuh berprestasi. Terbaru, Ade Rizki Maulana berhasil menyabet Juara 1 di Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Jatim di Malang.
DHANI WAHYU ALFIANSYAH, Bojonegoro.
PERASAAN haru dan bangga, terpancar dari Ade Rizki Maulana. Pemuda asal Dusun Wire, Desa Ngemplak, Kecamatan Baureno ini , kembali merengkuh prestasi di usianya yang baru menginjak 17 tahun. Meski tak memiliki basic sebagai atlet kick boxing, ternyata hal itu bukan menjadi halangannya untuk terus belajar.
Ade, sapaan Ade Rizki Maulana, mengaku baru setahun terakhir menggeluti olahraga dan seni bela diri yang menggabungkan gerakan meninju dan menendang tersebut. Bahkan, saat pertama kali bergabung belum memiliki dasar seperti pencak silat dan bela diri.
Namun, siswa SMKN 4 Bojonegoro tersebut, seakan memiliki bakat alamiah. Terbukti, dalam kurun waktu setahun terakhir, gelontoran prestasi diraihnya. Mulai dari Juara 1 Kelas 48 Kg Cadet Putra di Ngawi Kick Boxing Chellenge 2024, dan Juara 1 Kelas 48 kilogram (Kg) Cadet Putra Madiun Open 2024.
‘’Prestasi terbaru saya, juara 1 low kick ringsport 54kg di Kejurprov Malang 15 Desember lalu,” bebernya pemuda yang tergabung di sasana Nord Boxing Camp 49 yang dikelola suporter Persibo Bojonegoro tersebut.
Meski tak memiliki dasar sebagai kickboxer atau atlet kickboxing, namun Ade mengaku persiapannya dalam kejuaraan tidak main-main. ‘’Persiapan dilakukan cukup lama hingga saya dan para atlet yang lain optimis untuk membawa pulang medali,” terangnya.
Bahkan, dirinya terus berlatih di rumah demi menjaga kondisi dan meningkatkan enduren, seperti joging, cardio, dan shado. Hingga saat hari H kompetisi, berbagai halangan pun sempat ditemuinya. Salah satunya, yakni cuaca yang dirasakan tak cocok dengan kondisi badannya.
‘’Awal datang di Malang saya terkena demam dikarenakan tidak cocok dengan suhunya,” ceritanya. Tak hanya itu, meski sebelumnya selalu bertanding di kelas 53 kg, namun kali itu dirinya dinaikan ke kelas 54kg di karenakan berat badannya.
Namun, hal itu justru membawa kebanggaan tersendiri. ‘’Suatu kebanggaan tersendiri saya bisa membawa pulang medali emas di kejuaraan ini,” imbuhnya.
Meski awalnya kaget dengan berbagai perubahan yang terjadi pada hari kompetisi, hal itu mampu diatasinya dengan mental yang baik.
‘’Awalnya agak kaget tetapi saya yakin pada diri saya sendiri dan mental saya sudah dipupuk oleh coach saya Tri Dipta Indra Kumala, sehingga saya mempunyai mental juara,” pungkasnya. (*/msu)
Editor : Yuan Edo Ramadhana