Fatkul Ilma, pria 27 tahun asal Dusun Pesantren, Desa Bendo, Kecamatan Kapas berhasil meraih dua juara tingkat provinsi tahun ini. Yakni, kategori Pemuda Utama dan Pemuda Utama Terbaik.
YANA DWI KURNIYA WATI, Bojonegoro
SUKA berkebun tidak menjadi hal yang hanya ditekuni para kaum hawa. Dengan perkembangan pengetahuan dan teknologi, kini semua bisa diakses dan dilakukan semua jenis kelamin. Baik perempuan dan laki-laki. Seperti pria satu ini, Fatkul Ilma.
Pria kelahiran 1997 itu, kini memilih menekuni dunia pertanian sejak 2020. ’’Ini saya perjalanan pulang dari Malang,” ucap Ilma saat dihubungi dalam satu kesempatan, Minggu (1/12).
Setelah sambungan telepon itu, dia melanjutkan melalui pesan WhatsApp. Dia mengungkapkan, saat ini tengah fokus pengembangan teknologi pertanian dengan metode greenhouse. Namun, berbeda dari greenhouse pada umumnya.
Metode ia kembangkan, sistem pertaniannya bisa dikontrol dari jarak jauh. Pria lulusan hukum itu menyampaikan, pengembangan teknologi pertanian itu bertajuk optimalisasi greenhouse dengan metode smart farming, menggunakan teknologi digital.
Prinsipnya, menurut dia, pertanian dalam satu genggaman. Yakni, mengontrol dari jarak jauh. ’’Iya, melalui aplikasi smart farming,” imbuhnya. Ilma melanjutkan, pengembangan teknologi itu tidak muncul serta merta, melainkan berangkat dari berbagai hal.
Di antaranya terinspirasi dari banyaknya masalah dihadapi di lapangan atau lingkungan sekitar. Mulai dari cuaca, suhu, sampai iklim yang tidak bisa diprediksi, hingga kondisi di mana tanaman sering ditinggal pergi jauh.
Sehingga, kata dia, muncul ide untuk menciptakan smart farming. Pertanian yang bisa dikontrol dari jarak jauh. Tidak memakan waktu lama, hanya seminggu. ’’Pengerjaan (aplikasi) satu minggu,” ucapnya.
Dia menambahkan, tanaman yang ia geluti merupakan buah yang baik untuk tulang. Yakni, melon yang kaya akan folat, vitamin K, dan magnesium. ’’Saat ini fokus di pertanian melon," tambahnya.
Karena inovasinya tersebut, Ilma berhasil menyabet dua juara tingkat Provinsi Jawa Timur saat peringatan Hari Sumpah Pemuda pada 28 Oktober lalu. Ia juara Pemuda Utama Bidang Khusus Pengembangan Teknologi Pertanian dan Pemuda Utama Terbaik. (*/bgs)
Editor : Hakam Alghivari