SEJAK kelas 2 SMA Anastascia Ruth Maharani mulai menekuni model foto untuk katalog baju, hingga portofolio fotografer. Tacia belajar model secara otodidak dan tak pernah mengikuti kelas modeling.
IRVAN RAMADHON, Bojonegoro.
AROMA kopi merebak ke setiap sudut ruangan salah satu kedai di Jalan Teuku Umar, Bojonegoro kemarin (25/6). Alunan musik menambah syahdu suasana sore di kedai tak terlalu ramai pengunjung itu.
Di teras kedai seorang perempuan duduk menikmati lalu lintas kendaraan. Perempuan memiliki nama Anastascia Ruth Maharani itu, memiliki senyum manis nan ramah. Tentu menjadi perhatian beberapa pengunjung yang baru datang.
Tacia sendiri seorang model, meski belum lama. Namun, sudah banyak sesi pemotretan yang dilakukan untuk berbagai keperluan.
Tacia mulai menjadi model sejak kelas 2 SMA. Berawal dari suka foto, lalu diajak teman yang seorang fotografer untuk hunting foto bareng. Sampai saat ini sudah pernah menjadi model katalog baju, portofolio fotografer, hingga endorsement beberapa produk.
‘’Sekitar lima tahun,” ungkap model asal Kelurahan Sumbang, Kecamatan Bojonegoro Kota tersebut.
Tacia belajar menjadi model foto secara otodidak. Tentu dari pengalaman-pengalaman selama lima tahun menjadi model di bebagai pemotretan.
‘’Lebih fokus ke foto model, bukan ke cat walk,” ujar model 22 tahun tersebut.
Alumni SMAN 2 Bojonegoro itu nyaman menekuni dunia model. Terlebih bisa mendapat banyak relasi sesama model yang lebih berpengalaman. Sehingga bisa menambah ilmu dan pengalaman dalam berpose ketika pemotretan.
‘’Banyak sukanya yang didapat dari menjadi model,” jelas Tacia.
Selain itu, semua pemotretan yang dilakukan berlangsung seru dan menarik. Terlebih setiap pemotretan memiliki tema berbeda. Sehingga terdapat nilai memorable masing-masing.
Namun, menjadi model terdapat tantangan yang dihadapi. Salah satunya ketika pemotretan sering digoda oleh orang-orang yang melihat. Sehingga menganganggu konsentrasi.
‘’Cuek saja, jika sudah parah dan menganggu fokus terpaksa pindah tempat,” ceritanya.
Tacia tidak pernah mematok tarif di setiap pemotretan. Sehingga fotografer sendiri yang menentukan.
Selain aktif di dunia model, Tacia juga fokus di dunia seni. Tepatnya menjadi pekerja lepas (freelance) yang memegang beberapa tugas. Seperti gambar manual, melukis, ilustrasi, desain grafis dan animasi dua dimensi (2D).
‘’Karena semasa kuliah, seni adalah jurusan yang aku ambil. Sehingga selesai kuliah tetap ngulik bidang seni,” ujarnya.
Jadwal kegiatan yang padat antara model dan pekerja lepas, membuat Tacia sering mencatat atau menjadwal kegiatan yang akan dilakukan kedepannya. Ketika satu hari sudah penuh kegiatan akan dikerjakan langsung diubah ke hari lain.
Terkait target ke depan, Tacia ingin lebih mengeksplor banyak pose. Juga memberikan ciri khas sendiri dalam proses pemotretan sehingga hasilnya maksimal. (*/msu)
Editor : Yuan Edo Ramadhana