Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Pemecah Rekor Nasional Renang 50 Meter, Latihan Rutin Pagi dan Sore, Raih Catatan Waktu 27,46 Detik

Hakam Alghivari • Rabu, 8 Mei 2024 | 19:40 WIB

 

BERPRESTASI: Muhammad Haviz Rizal Wibowo borong empat medali pada kejuaraan renang antarkabupaten/kota se-Indonesia pada 2-5 Mei lalu di Kolam Renang Dispora Jatim.
BERPRESTASI: Muhammad Haviz Rizal Wibowo borong empat medali pada kejuaraan renang antarkabupaten/kota se-Indonesia pada 2-5 Mei lalu di Kolam Renang Dispora Jatim.

Berlatih menjadi rutinas Muhammad Haviz Rizal Wibowo setiap hari. Perenang 15 tahun tersebut selalu menyempatkan diri mengasah kemampuan di kolam renang. Seperti yang dilakukan ketika Jawa Pos Radar Bojonegoro kemarin (7/5).  

’’Ini masih berlatih di kolam renang Tirta Wana Dander,” ungkap perenang tinggal di Kelurahan Sumbang, Kecamatan Bojonegoro Kota  tersebut.

Haviz meraih empat medali pada kejuaraan renang antarkabupaten/kota se-Indonesia yang digelar 2-5 Mei lalu di Kolam Renang Dispora Jawa Timur tersebut.

Rinciannya, satu medali emas di nomer 50 meter gaya punggung sekaligus memecahkan rekor nasional, medali emas nomor 100 meter gaya punggung, medali emas nomer 200 meter gaya punggung, dan juara 3 di nomer 200 meter gaya ganti perorangan.

Siswa SMPN 5 Bojonegoro tersebut senang bisa meraih prestasi tersebut. terlebih bisa memecahkan rekor nasional renang 50 meter gaya punggung putra ku II.

’’Rekor sebelumnya milik Jeremy Elyon Master Ganesha dengan catatan waktu 27,50 detik dan saya pecahkan menjadi 27,46 detik,” ungkap perenang dari klub Taman Tirta Aquatic Bojonegoro tersebut. Haviz awalnya tidak mengetahui bila memecahkan rekor nasional. Waktu atau limit tidak muncul di scoring board.

Bahkan, begitu keluar hasil waktu, tidak menyangka bisa memecahkan rekor nasional

Persiapan dilakukan Haviz di kejuaraan tersebut dengan latihan pagi, sore, dan tidur secara teratur. Berkat latihan yang dijalani secara rutin tersebut tidak ada kendala terjadi pada kejuaraan berlangsung di Surabaya itu. ’’Karena sudah latihan sangat matang,” jelasnya.

Haviz akan kembali turun pada Asean School Games (ASG) di Vietnam, Juni mendatang. Latihan rutin seperti biasa sudah mulai dilakukan untuk mempersiapkan diri.

Nofi Dwi Andri Wibowo, orang tua Haviz mengatakan rekor ini sebenarnya menjadi pekerjaan rumah (PR) untuk Haviz.

Agar lebih giat berlatih dan mempertajam limit sebagai tanggung jawab terhadap rekor nasional.

Nofi menambahkan, sebagai orang tua bangga dengan prestasi Haviz. Terlebih putranya sebagai anak desa memiliki cita-cita masuk ke olimpiade. (*/bgs)

Editor : Hakam Alghivari
#asg #Jatim #Dispora #bojonegoro