Kevin Orly Orlanda pernah berenang di laut lepas. Namun, dia akhirnya memutuskan fokus di akuatik. Keputusan yang berbuah sejumlah prestasi.
Rika Ratmawati, Lamongan
KEVIN masih mengingat awal tertarik akuatik. Saat itu, dia berenang di salah satu kolam di Kecamatan Kedungadem, Bojonegoro. Rumahnya di Dusun Balongrejo, Desa/Kecamatan Sukorame, memang dekat dengan perbatasan Kabupaten Bojonegoro, Nganjuk, dan Jombang.
Saat berenang, dia melihat ada beberapa anak dilatih renang oleh seorang guru di Bojonegoro. Kevin tertarik dan bergabung di komunitas tersebut.
Setelah itu, dia aktif berenang tiga sampai empat kali setiap minggunya. Kemampuannya yang berkembang membuat dirinya diberi kesempatan mengikuti kejuaraan akuatik. Sejak kelas 3 SD, Kevin sudah berkali-kali naik podium juara.
“Alhamdulillah beberapa kali juara satu, tapi juga pernah gagal karena sering malas latihan,” ujar sulung dua bersaudara itu.
Kejuaraan terakhir yang diikutinya, Lamongan Aquatic Internal Swimming Competition. Kevin berhasil meraih juara kategori 50 meter gaya bebas dengan waktu 32 detik.
Agar semakin intens latihannya, Kevin memilih SMA negeri di Lamongan dengan bekal prestasinya.
Menurut dia, di akuatik, semakin cepat waktu akan ditetapkan sebagai pemenang. Tekniknya dalam akuatik, 10 - 15 gerakan satu napas. Karena itu, diperlukan latihan intens.
Tak semua kejuaraan yang diikuti Kevin berjalan mulus. Dia pernah mengalami kacamata lepas. “Kalau kacamata lepas langsung gagal karena mata perih,” terang pelajar kelas X itu.
Kevin pernah belajar renang di laut lepas. Bahkan, dia latihan renang sepanjang 3 ribu meter. Namun, Kevin akhirnya merasa lebih nyaman latihan akuatik.
Bulan ini dia fokus mempersiapkan kejurda akuatik di Surabaya.
Sebagai atlet akuatik, Kevin diwajibkan menjaga pola makan dan istirahat. Makanan yang dikonsumsi harus tinggi protein agar lebih kuat bernapas dalam air. Kedua orang tuanya sangat mendukung Kevin untuk lebih berprestasi lagi. (*/yan)
Editor : Yuan Edo Ramadhana