Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Melda Anggun Bastiana, Pesilat Perempuan Asal Kecamatan Balen: Berjualan di Pasar, hingga Berprestasi di Gelanggang

Yuan Edo Ramadhana • Sabtu, 20 April 2024 | 20:43 WIB
PESILAT BERPRESTASI: Melda Anggun Bastiana berhasil menyabet beragam prestasi dan mengharumkan nama Kabupaten Bojonegoro.  (ISTIMEWA/RADAR BOJONEGORO)
PESILAT BERPRESTASI: Melda Anggun Bastiana berhasil menyabet beragam prestasi dan mengharumkan nama Kabupaten Bojonegoro. (ISTIMEWA/RADAR BOJONEGORO)

 

Melda Anggun Bastiana awal masuk perguruan silat sempat dilarang keluarga, karena beragam stereotipe di masyarakat. Namun, dibuktikan dengan berbagai kejuaraan, mulai lokal hingga nasional.


DHANI WAHYU ALFIANSYAH, Bojonegoro


KISAH Melda menjadi pelecut anak muda agar tak lelah berjuang. Perempuan asal Desa/Kecamatan Balen ini mengaku sangat mencintai pencak silat, tetap mampu berprestasi meski tak punya cita-cita besar menjadi atlet profesional.

Pengalaman cedera, kesibukannya berjualan, dan harus berhenti dulu dari perkuliahan, tak menyurutkan hobinya menekuni olahraga warisan Nusantara itu.

‘’Awalnya berkuliah, saya bangun jam 2 malam untuk ke pasar sampai jam 6 pagi, kemudian lanjut kuliah,” ungkap perempuan 23 tahun itu.

Kesibukannya setelah memulai usaha sendiri dengan berjualan daging di Pasar Temayang, tak menyurutkan semangatnya sebagai pesilat hingga tetap mengusahakan berlatih sendiri.

Berbagai pengalaman cedera saat mengikuti kejuaraan tidak membuatnya patah semangat. Bahkan, beragam prestasi pun pernah didapatkan dari berbagai tingkat, dan mengharumkan nama Kabupaten Bojonegoro.

Mulai dari Juara di Kejuaraan Daerah, Kejuaraan Kabupaten, Juara Porseni, kemudian Juara di Regional Surabaya, Solo.

Kemudian, membawa Medali di Piala Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) yang digelar di Banyuwangi 2023 lalu.

‘’Prestasi awal-awal mungkin hanya di kabupaten, dan mulai mendapat apresiasi dari sekolah. Dari sana saya semakin tertarik menekuni dunia persilatan,” Kenang Melda.

Namun, perempuan yang memulai hobinya di bangku SMP itu, kini harus merombak rencana masa depannya. 

Perempuan yang pernah menimba ilmu di Jurusan Teknik Industri Universitas Bojonegoro (Unigoro) itu, memutuskan cuti dari perkuliahan, demi menghidupi diri melalui usaha yang dibangunnya. Meski ia mengaku masih tetap menekuni silat, dan akan tetap berkuliah suatu saat nanti. ‘’Walau belum rezeki saya untuk di tingkat nasional karena kerja. Tapi saya bangga mempunyai hobi silat,” ujarnya.

Srikandi Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Ranting Balen itu, mengaku beragam penghargaan yang diraihnya menjadi modal dan pengalaman hidup yang berharga.

Dirinya mengaku bersyukur sudah bisa berjuang sejauh ini, meski dengan berbagai keterbatasan.

Bahkan, perjalanannya menekuni silat menjadikannya pribadi yang lebih kuat. Meski pada awal masuk perguruan silat sempat dilarang oleh saudaranya karena beragam stereotipe di masyarakat.

‘’Dulu pernah dilarang sama karena takut dibuat macam-macam, dan akhirnya saya sudah berhasil membuktikan kalau ikut silat untuk prestasi,” pungkasnya. (*/msu)

 

 

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#silat #pasar #solo #psht #unigoro #surabaya #pencak silat #bojonegoro #balen #kemenpora #atlet