Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Rinawati, Penulis Novel Asal Desa Drokilo, Kecamatan Kedungadem: Ide Muncul Ketika Bangun Tidur

Yuan Edo Ramadhana • Senin, 15 April 2024 | 19:00 WIB
PRODUKTIF: Rinawati produktif berkarya dengan menerbitkan buku. (ISTIMEWA/RADAR BOJONEGORO)
PRODUKTIF: Rinawati produktif berkarya dengan menerbitkan buku. (ISTIMEWA/RADAR BOJONEGORO)

 

Aktif mengajar hingga sore hari tidak menghalangi Rinawati, terus berkarya. Sudah menerbitkan tiga buku dari karya pribadi dan kolaborasi.


YANA DWI KURNIYA WATI, Radar Bojonegoro


TIDAK kenal lelah bak mendefinisikan sosok perempuan satu ini. Rinawati asal Desa Drokilo, Kecamatan Kedungadem. Kiprahnya di dunia pendidikan khususnya bidang keilmuan Bahasa Indonesia tidak perlu diragukan lagi. Banyak karya ia torehkan. Dari kumpulan puisi, buku sastra membahas mitos, hingga novel.

Dia mengungkapkan, hasil karyanya tidak lepas dari latar belakang pendidikan diampunya. Yakni Bahasa dan Sastra Indonesia yang ditempuh di Universitas Negeri Surabaya (Unesa). Karirnya berawal sejak 2014 silam.

Linier dengan pendidikannya ia berhasil meraih cita-cita. Berprofesi sebagai guru Bahasa Indonesia di Madrasah Tsanawiyah (MTs) Muhammadiyah 2 Kedungadem. ‘’Mengajar sejak 2014. Alhamdulillah masih perlu belajar lagi,’’ tutur perempuan 32 tahun itu.

Dia menyampaikan, ingin terus berkarya. Salah satunya berhasil menulis novel berjudul Pelangi Kasih. Menceritakan tentang kisah persahabatan yang dibumbui dengan percintaan remaja. Tidak berdasar pengalaman pribadi, ungkap dia, berangkat dari imajinasi dan realita sekitar.

Bahkan, novel besutannya itu dikomersilkan. Harganya sekitar Rp 54 ribu tersedia di e-commerce. ‘’Dulu waktu menulis ikut pelatihan AMB (ayo menulis buku) di Bakorwil (Badan Koordinasi Wilayah) Bojonegoro,’’ tambahnya.

Dia melanjutkan, dalam menulis novel hanya membutuhkan waktu sekitar satu pekan. Itu pun dari ide yang muncul tiba-tiba. Yakni ketika bangun tidur. Dia menuturkan, meski terbilang sebentar tetap menghadapi kendala dan tantangan. Salah satunya ide cerita yang suka macet atau tidak fokus seketika. Sehingga harus mencari imajinasi lagi. ‘’Apalagi disambi mengajar,’’ ungkapnya.

Sehingga harus pandai mengatur waktu. Bagi dia, waktu paling pas dan nyaman digunakan untuk menulis yakni ketika malam hari. Karena keadaan menjadi sunyi. Kalau ide masih belum muncul maka, solusi dilakukannya mendengarkan lagu bergenre romantis. Sesuai novel garapannya.

Dia mengatakan, paling suka mendengarkan lagu Geisha. Sejak duduk di bangku sekolah menengah atas (SMK), kuliah, hingga sekarang. ‘’Kalau macet idenya pasti sambil dengerin musik dulu. Genre cinta,’’ terangnya.

Tidak hanya berhasil menulis novel, Rina memiliki dua karya lainnya. Meliputi antologi cerpen Kala Hujan di Bulan November dengan karyanya yang berjudul Ayah dan buku Sastra Lisan Mitos Desa Drokilo yang berkaitan sedekah bumi. Dia menyampaikan, masih ada keinginan menulis kembali dalam waktu dekat. ‘’Insyaallah ke depan ada niat menulis lagi,’’ ungkapnya. (*/msu)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#Guru #tidur #novel #karya #Pendidikan #MTs #Kedungadem #bakorwil #mengajar #bojonegoro #amb #GenRe #unesa #cinta #smk