RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Keluarga menjadi rumah pertama bagi anak-anak. Orang tua pun berperan penting dalam menjaga tumbuh kembang. Setiap anak memiliki keistimewaan masing-masing.
"Mudah-mudahan anak-anak tumbuh sehat. Keluarga sebagai rumah pertama. Orang tua harus memastikan tumbuh kembang anak sesuai dengan umur," kata Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Bojonegoro Cantika Wahono mengutarakannya dalam Festival Hari Disabilitas dan 1st Ruby Indonesia kemarin (20/12).
Menurut perempuan akrab disapa Cantika itu, jika ditemui kondisi tak sesuai, orang tua tidak usah malu dan ragu. Segera konsultasi dengan ahli atau profesional.
"Agar anak segera memperoleh treatment (perawatan, red) yang pas," imbuhnya.
Dia meneruskan, orang tua tak perlu termakan stigma maupun kurang percaya diri. Setiap anak istimewa dan punya masa depan. "Karena itu anak-anak harus tumbuh dengan baik," tegasnya.
Praktisi Pendidikan dan Terapi Disabilitas Bojonegoro, Aprilia Susanti menyampaikan, anak berkebutuhan khusus (ABK) secara nonfisik memiliki tantangan diagnosis tersendiri. Sebab, tak terlihat secara langsung. Orang tua harus lebih menyadari.
"Berdasar data BPS (badan pusat statistik), 5 persen penduduk secara nasional merupakan disabilitas. Tapi, kenaikan angka ini karena sejumlah hal," kata April.
Di antaranya, lanjut dia, skrining dilakukan lebih baik. Di sisi lain, faktor terjadinya disabilitas atau ABK kompleks. Tidak hanya faktor tunggal. Orang tua diimbau menyadari sejak anak lahir.
"Misal anak usia setahun itu kalau dipanggil tidak merespon atau diajak ngobrol tidak kontak mata, nah, ini bisa jadi indikasi," tuturnya. (yna/msu)
Editor : Yuan Edo Ramadhana