PAMERAN patung hingga lukisan sketsa wajah Pramoedya Ananta Toer mewarnai Festival Blora Seabad Pram. Banyak kunjungan dari penjuru daerah hingga Belanda. Mereka datang untuk menyaksikan berbagai perhelatan peringatan seabad sastrawan dunia asal Blora tersebut.
Salah satu venue yang jadi jujugan yakni Blora Creative Space (BCS), tercatat siang kemarin (7/2) sebanyak 100 orang lebih mengisi daftar pengunjung. Datang dari berbagai daerah, yang terjauh seperti Bali, Jakarta, termasuk guru besar Universitas Amsterdam Belanda.
’’Profesor Remco Raben dari Belanda turut hadir Festival Seabad Pramoedya ke Blora,” ungkap Arief Rohman. Arief mengatakan, bahkan Profesor Remco merasa terkesima dengan kesenian barongan Blora yang ditampilkan pelajar SMPN 6 Blora. Berdialog hingga foto-foto bersama para pegiat kesenian.
Nilam Safitri salah satu pengunjung pameran mengaku datang jauh-jauh dari Jakarta. Ia bersama rombongan dari UIN Jakarta ingin menyaksikan agenda seabad Pramoedya. Ia dan rombongan kali pertama menjejakkan kaki di kota kelahiran sastrawan yang dikaguminya tersebut. ’’Baru kali pertama datang, bagus-bagus tadi sketsa wajah Pram,” ungkapnya.
Selain pengagung Pram, para pelajar SMA juga datang silih berganti kunjungi pameran, seperti halnya Dian Wisnu, dirinya baru kali pertama mendengar nama Pramoedya saat adanya Festival Seabad Pram.
Setelah berkeliling melihat sketsa dan kata-kata yang tertulis dirinya ingin mengetahui lebih jauh sosok Pram. ’’Tadi bersama teman-teman lihat sketsa dan patung, menarik bagi kami. Baru tahu kalau Blora ada tokoh besar,” katanya.
Diketahui, ada 29 karya sketsa wajah Pram, masing-masing 27 karya dari seniman luar kota ada, dan 2 karya lainnya dari seniman dalam kota. Buah karya tersebut dipampang di bekas Gedung Nasional Indonesia (GNI) Blora.
Sementara itu, Menteri Kebudayaan Fadli Zon merasa takjub dengan karya para seniman yang dipamerkan. BCS bisa menjadi oase bagi lahirnya karya-karya di bidang sastra, seni rupa maupun seni pertunjukan. ’’Saya berharap BCS melahirkan karya-karya terbaik yang bisa mencapai apresiasi di tingkat nasional maupun internasional,” katanya. (luk/bgs)
Editor : Yuan Edo Ramadhana