Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Duka Dunia Perfilman, Robert Redford Tutup Usia 89 Tahun, Sosok Ikon Hollywood dan Pendiri Sundance Festival

Hakam Alghivari • Rabu, 17 September 2025 | 05:15 WIB
Robert Redford dalam film The Way We Were.
Robert Redford dalam film The Way We Were.

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM — Dunia perfilman berduka. Robert Redford, aktor menawan sekaligus sutradara pemenang Oscar yang juga pendiri Sundance Film Festival, meninggal dunia pada usia 89 tahun. Kabar duka ini disampaikan oleh publisisnya, Cindi Berger, Selasa (16/9) waktu setempat.

“Robert Redford meninggal pada 16 September 2025 di rumahnya di Sundance, Utah, tempat yang ia cintai, dikelilingi oleh orang-orang yang ia kasihi. Ia akan sangat dirindukan,” kata Berger dalam pernyataan resminya kepada CNN.

Pihak dari keluarga Redford meminta publik untuk menyediakan ruang privasi untuk berduka.

Dari Aktor Tampan ke Bintang Hollywood

Lahir pada 18 Agustus 1936, Redford menapaki karier akting sejak akhir 1950-an. Popularitasnya meroket lewat peran di film Butch Cassidy and the Sundance Kid (1969), yang berpasangan dengan Paul Newman.

Namanya semakin bersinar melalui The Sting (1973), The Way We Were (1973), dan All the President’s Men (1976), yang membuatnya dikenal sebagai salah satu ikon era New Hollywood.

Dengan wajah tampan dan pesona natural, Redford sempat dijuluki sebagai bintang “leading man” Hollywood. Namun, ia menolak sekadar menjadi simbol layar lebar.

Redford justru memilih peran-peran yang berbobot dan berani menantang dirinya di tengah industri film arus utama.

Sukses sebagai Sutradara

Karier Redford tak berhenti di depan kamera. Ia terjun ke kursi sutradara dan menghasilkan karya yang menuai pujian.

Debutnya lewat Ordinary People (1980) sukses besar, meraih empat Piala Oscar termasuk Film Terbaik dan Sutradara Terbaik. Film itu mengukuhkan Redford sebagai salah satu sineas paling dihormati.

Ia melanjutkan kiprahnya dengan A River Runs Through It (1992), yang memperkuat reputasinya sebagai sutradara dengan sentuhan humanis dan puitis. Perpaduan kepekaan artistik dan naluri komersial membuatnya mampu menyeberangi batas antara film indie dan mainstream.

Sundance dan Revolusi Film Independen

Redford tak hanya dikenal lewat film-filmnya. Pada awal 1980-an, ia mendirikan Sundance Institute, sebuah lembaga nonprofit yang bertujuan mendukung sineas muda.

Dari sinilah lahir Sundance Film Festival, ajang bergengsi yang membuka jalan bagi film independen Amerika untuk dikenal dunia.

Festival ini melahirkan banyak sineas dan karya penting, dari Quentin Tarantino hingga Steven Soderbergh. Peran Redford sebagai pelopor sinema independen dianggap sebagai salah satu warisan terbesarnya.

Aktivisme Lingkungan dan Sosial

Sejak pindah ke Utah pada 1961, Redford dikenal aktif memperjuangkan isu lingkungan. Ia lantang membela pelestarian lanskap Amerika Barat dan mendukung berbagai gerakan hijau. Selain itu, ia juga dikenal sebagai tokoh liberal yang terlibat dalam isu-isu sosial dan politik progresif.

Keberpihakan Redford pada lingkungan dan kebebasan berekspresi memperlihatkan sisi lain dari sosoknya: bukan hanya aktor dan sutradara, tapi juga aktivis dan pemimpin opini.

Tetap Aktif di Usia Senja

Meski telah mencapai segalanya, Redford tetap aktif berkarya hingga usia lanjut. Pada 2017, ia kembali dipertemukan dengan Jane Fonda dalam film Netflix Our Souls at Night. Setahun kemudian, ia tampil di The Old Man & the Gun (2018) di usia 82 tahun.

Film itu ia sebut sebagai penampilan terakhirnya di layar lebar, meskipun ia tidak menyatakan benar-benar pensiun.

Kematian Robert Redford meninggalkan duka mendalam di dunia perfilman. Banyak sineas, aktor, dan penonton memberi penghormatan atas dedikasi dan kontribusinya. Ia dikenang sebagai ikon yang mampu menyeimbangkan ketenaran Hollywood dengan idealisme seni.

Dari peran-perannya yang legendaris, film-film yang ia sutradarai, hingga Sundance Festival yang mengubah wajah perfilman independen, Redford meninggalkan jejak yang tak lekang oleh waktu.

Robert Redford bukan sekadar bintang film. Ia adalah simbol keberanian untuk melampaui stereotip, serta sosok yang menghubungkan dunia hiburan dengan aktivisme sosial dan lingkungan. Warisan itu akan terus hidup, baik di layar lebar maupun di hati generasi mendatang. (kam/bgs) 

Editor : Hakam Alghivari
#hollywood #Robert Redford #Sundance Film Festival #film