RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Selayaknya tradisi rutin dalam peringatan Hari Kemerdekaan RI di Istana Negara setiap tahunnya, upacara pengibaran bendera diikuti dengan unjuk kekuatan dari berbagai lapisan Tentara Nasional Indonesia (TNI). Umumnya TNI Angkatan Udara (AU) unjuk kebolehan dengan menampilkan pasukan penerbang helikopter dan pesawat mereka untuk bermanuver di atas Istana Negara dan Museum Nasional (Monas).
Untuk perayaan ke-80 tahun ini, para penerbang pesawat TNI AU unjuk kebolehan dengan dua kali melintas di udara. Pertama, seluruh pesawat tempur (pespur) yang terlibat membentuk formasi angka 80, dengan angka 8 dibentuk oleh delapan buah pesawat Lockheed Martin F-16 Fighting Falcon, sementara angka 0 dibentuk oleh gabungan pesawat KAI T-50i Golden Eagle dan Bae Hawk 200.
Kemudian saat melintas kali kedua, para penerbang melintas secara berkelompok sesuai pesawat dan skadron masing-masing. Jupiter Aerobatic Team (JAT) dengan pesawat KT-1B Wongbee melakukan pertunjukan aerobatik, para penerbang T-50i dalam skadron Golden Flight melakukan manuver bomb-burst, dan para penerbang F-16 bergantian menggeber pesawat mereka dan melakukan zoom climb sambil mengeluarkan flare.
“Bapak presiden yang kami hormati, delapan pesawat tempur TNI menyampaikan salam kehormatan untuk Presiden ke-8 RI di hari ulang tahun ke 80 negeri ini. Dirgahayu Indonesia,” ungkap Mayor Pnb Anugrah Gigih Pratama alias ‘Badger’, Komandan Skadron Udara 16 yang memimpin penerbangan F-16 sebelum melancarkan manuver.
Sebagai tambahan, Mayor Gigih merupakan satu dari dua pilot F-16 Indonesia paling berpengalaman, dengan catatan lebih dari 3.000 jam terbang. Pemegang lain rekor tersebut adalah pendahulu Mayor Gigih, yakni Mayor Pnb. Bambang Aulia Yudhistira alias ‘Sphinx’ yang menjadi pemimpin penerbang di HUT Kemerdekaan RI ke-77.
F-16 merupakan salah satu pespur yang sudah sangat lama diproduksi, namun masih dipercaya sebagai ujung tombak angkatan udara di berbagai belahan dunia. F-16 pertama kali diciptakan oleh perusahaan General Dynamics asal Amerika Serikat pada 1974, sebagai pemenang dari sayembara Lightweight Fighter yang diadakan oleh angkatan udara Amerika Serikat (USAF).
Pada tahun 1993, General Dynamics dinyatakan bangkrut, dan seluruh asetnya dibeli oleh perusahaan Lockheed Corporation, termasuk rancangan dan alat produksi F-16. Dua tahun kemudian, Lockheed melakukan merger dengan perusahaan Martin Marietta, sehingga berubah nama dagang menjadi Lockheed Martin yang masih memproduksi F-16 hingga sekarang.
Saat ini F-16 merupakan salah satu pespur paling banyak dipakai oleh berbagai negara di seluruh dunia. Menurut situs FlighGlobal dalam laporan mereka, pada 2025 terdapat 2.084 unit F-16 yang masih aktif mengudara.
Menurut catatan Lockheed Martin dan USAF, F-16 merupakan pesawat multiperan dengan biaya operasional rendah dan sangat lincah, dengan rasio belok dan guling yang cepat . Skadron udara tidak perlu kuatir berganti pesawat jika butuh bom, karena F-16 dapat mengangkut bom, persenjataan dan flare sekaligus hingga jarak lebih dari 3.200 kilometer.
Jurnal Kerjasama Strategis AU Indonesia-AS pada 2023 mencatat saat ini terdapat 33 unit F-16 yang dimiliki TNI AU. Rinciannya terdapat 1 buah F-16 A/B (generasi pertama), 9 buah F-16 AM/BM (generasi pertama diperbarui), dan 23 F-16 C/D (generasi kedua). Model C/D merupakan yang digunakan dalam peringatan Kemerdekaan RI, dan seluruh varian sudah dilengkapi sistem avionik terbaru.
Mengapa varian F-16 punya dua huruf seperti A/B dan C/D? Karena F-16 dapat diproduksi sebagai pesawat satu dan dua kursi, dengan kursi belakang diperuntukkan untuk instruktur saat mengajari calon pilot F-16 yang duduk di depannya. Berbeda dengan pesawat-pesawat pendahulunya seperti F-15, F-16 dirancang sedemikian rupa sehingga dapat diterbangkan sendirian, dan pilot tidak perlu bantuan WSO (pengendali persenjataan) atau RIO (pengamat radar).
Kembali ke penamaan F-16, jumlah kursi ditentukan dari panjang kanopi atau kaca penutup, serta huruf yang dipakai. F-16 kursi tunggal memiliki penamaan huruf urutan ganjil (A, C, E) dan kanopi pendek, sementara F-16 kursi ganda memiliki penamaan huruf urutan genap (B, D, F) dan kanopi memanjang.
Selain terkenal serbaguna, F-16 juga terkenal mudah dimodifikasi, dengan AS dan berbagai negara lain merombak sebagian kecil F-16 mereka untuk berbagai kebutuhan, seperti pengawasan dan perolehan informasi (F-16 Recce dan F16A(R)), uji sistem nirawak (X-62 VISTA), dan uji desain sayap (F-16XL). Selain itu, Jepang diberi restu memproduksi F-16 versi mereka sendiri oleh Lockheed Martin, dengan label Mitsubishi F-2. (edo)
Spesifikasi Lockheed Martin F-16 Fighting Falcon C/D
NB: Informasi diambil dari Angkatan Udara AS (USAF) dan Jerman (Bundeswehr)
- Mesin jet: 1x Pratt & Whitney F100-PW-220, atau 1x General Electric F110-GE-129
- Lebar sayap: 9,8 meter
- Panjang: 14,8 meter
- Tinggi: 4,8 meter
- Berat: 8,936 ton tanpa bahan bakar
- Berat maksimal: 16,875 ton, termasuk bahan bakar dan persenjataan
- Jumlah penumpang 1 (C) atau 2 (D)
- Jarak tempuh maksimal: 3.222 kilometer
- Kecepatan maksimal: 2.414 km/jam
- Ketinggian maksimal: 15.000 mdpl
- Persenjataan muatan: 1x meriam 20 mm M-61A1 Vulcan, 2x bom 910 kilogram, 4x misil, 1x peranti anti-radar (ECM pod) dan 2x tangki bensin eksternal 1 ton