RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Kapten Timnas Indonesia, Jay Idzes dipastikan bakal berlabuh ke US Sassuolo untuk gelaran Serie A (Liga Italia) musim 2025/2026. Tidak hanya itu, Idzes juga akan ditemani oleh rekan satu lokernya di Venezia, Fali Cande, dengan total transfer mencapai 11 juta Euro.
Uniknya, Bang Jay berpindah dari satu kota historis ke kota historis lain. Idzes angkat koper dari Venezia, yang terkenal akan topografinya yang penuh dengan air laut dan perahu gondola, ke Sassuolo, ibukota keramik dunia.
Napak Tilas Kota Sassuolo
Sassuolo, kota tempat US Sassuolo berasal, terletak di Provinsi Modena, Regio Emilia Romagna di sisi utara Italia. Berbeda dengan Venezia yang terletak di pinggir laut, Sassuolo yang berjarak dua seperempat jam terletak di kawasan perbukitan, tepatnya di kaki Bukit Montegibbio.
Awalnya, kota Sassuolo merupakan bagian dari Kerajaan Roma. Menurut catatan Dinas Pariwisata Modena dan Emilia Romagna, Sassuolo memiliki sistem pemerintahan modern pertama kali di bawah kendali Boniface Canossa dan keluarganya pada tahun 1000.
Namun pada 1373, pemerintahan Sassuolo menyerahkan kekuasaan kepada wangsa Este agar dapat memanfaatkan sumber daya air dari Sungai Secchia. Diyakini, pertumbuhan ekonomi Sassuolo melalui perdagangan kerajinan dan seni kriya berawal dari kepemimpinan wangsa tersebut, terutama di era Adipati Francesco I.
Di tahun 1499, wangsa Este menyerahkan kota Sassuolo ke wangsa Savoya. Namun seabad kemudian, Sassuolo direbut oleh pemerintahan Kadipaten Modena, dan posisinya sebagai wilayah Modena bertahan hingga Italia terbentuk sebagai negara bersatu.
Hingga kini, keramik masih menjadi komoditas nomor satu di Sassuolo. Bahkan di era modern pemerintah kota membuka sentra produksi keramik kota tersebut sebagai Ceramicland. Menurut Italtrade, ada 300 usaha kerajinan keramik di Sassuolo, yang menyuplai 80 persen lantai keramik di seluruh Italia , dan keramik menjadi komoditas ekspor utama kota tersebut.
Perjalanan US Sassuolo ke Serie A
Namun tentu, masyarakat luar Italia lebih mengenal kota Sassuolo lewat klub sepak bola mereka, US Sassuolo. Klub ini terbentuk di tahun 1920 sebagai klub sepak bola amatir, dan menjadi klub profesional pada tahun 1984 melalui promosi ke Serie C2.
Namun perjuangan Sassuolo menuju ke barisan papan atas Italia sangat panjang. Neroverdi (julukan Sassuolo) baru naik kasta ke Serie C1, kasta ketiga Liga Italia pada 2006. Setahun kemudian, dalam usaha mereka promosi ke Serie B, Sassuolo merekrut Massimilano Allegri sebagai pelatih. Tidak hanya Sassuolo berhasil naik kasta lagi, kesuksesan Allegri di Sassuolo memulai langkahnya sebagai pelatih sepak bola kondang.
Lima tahun kemudian, Sassuolo akhirnya mencicipi persaingan Serie A untuk pertama kali, bahkan bisa menembus persaingan tingkat Eropa untuk pertama kali pada 2016 silam. Meskipun sempat terjerembap kembali ke Serie B pada musim 2023/2024, Sassuolo hanya perlu setahun untuk kembali ke Serie A. Pada musim 2025/2026 mendatang, Neroverdi akan hadir dengan status juara Serie B musim lalu.
Uniknya meskipun berasal dari kota Sassuolo, US Sassuolo tidak bermain di kota tersebut. Hal ini karena stadion lama mereka di kota tersebut, Stadion Enzo Ricci terlalu kecil untuk pertandingan Serie B ke atas.
Sebagai solusi, Neroverdi pertama berpindah ke Stadion Alberto Braglia di kota Modena pada 2008. Kemudian mereka pindah lagi ke Stadion Citta del Tricolore, yang kini bernama Stadion Mapei di kota Reggio Emilia, yang berjarak kurang lebih setengah jam ke arah utara dari kota Sassuolo.
Meskipun demikian, Stadion Enzo Ricci masih aktif digunakan sebagai tempat latihan penggawa Sassuolo. Selain itu, Sassuolo juga berbagi stadion dengan klub sepak bola milik kota Reggio Emilia, yakni AC Reggiana (berbeda dengan AS Reggina, yang pernah berada di era Liga Calcio sebelum bangkrut tahun 2015).
Cabor Kegemaran Selain Sepak Bola
Selain sepak bola, bola voli juga digemari sejak lama di kota Sassuolo,dengan tim Volley Sassuolo sebagai perwakilan mereka di kasta Serie B di kategori pria dan Serie C di kategori wanita. Pendahulu mereka, Virtus Sassuolo pernah memenangkan Piala Voli Italia pada era 1980an.
Meskipun tidak punya sirkuit balap, balap mobil juga populer di Sassuolo. Setiap awal tahun pemerintah kota menggelar Concours d’Elegance Sassuolo, yakni pameran mobil klasik di ruang terbuka dengan latar keindahan alam kota tersebut. Selain itu, kota Sassuolo hanya berjarak 15 menit dari kota Maranello, yang lebih terkenal sebagai markas pabrikan mobil dan tim balap Ferrari.
Tidak hanya itu, putra daerah kota Sassuolo, Andrea Bertolini terkenal sebagai salah satu ujung tombak Ferrari di ajang sportscar dan endurance era 2000 dan 2010an. Satu putra daerah lain dan pendahulu Andrea, Fabrizio Giovanardi juga terkenal sebagai bintang andalan Alfa Romeo di ajang touring car era 1990 hingga 2000an, dengan gelar di kejuaraan Italia, Inggris dan Eropa. (edo)
Editor : Yuan Edo Ramadhana