RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Ikon musik cadas Ozzy Osbourne meninggal dunia di usia ke-76 pada Rabu pagi (23/7) setelah berjuang melawan komplikasi penyakit, termasuk Parkinson dan cedera punggung. Sebelum dipanggil oleh Yang Maha Kuasa, Ozzy dan bandnya, Black Sabbath sempat menggelar konser perpisahan dalam tur ‘Back to the Beginning’ di Villa Park, Aston Birmingham.
Selain merupakan kesempatan terakhir bagi mereka untuk manggung bersama lagi, konser tersebut juga memiliki arti sangat dalam bagi Ozzy dan kawan-kawannya. Tidak hanya grup musisi heavy metal tersebut penduduk yang tinggal di dekat daerah tersebut, Black Sabbath juga terbentuk di tanah Aston.
Ozzy yang bernama asli John Michael Osbourne lahir di Marston Greene, Warwickshire pada 3 Desember 1948. Menurut Reuters dan BBC, ketertarikannya dalam dunia musik berakar dari masa mudanya, saat dirinya menjadi fans The Beatles dan ikut kegiatan teater semasa sekolah.
Setelah lulus sekolah, Ozzy bekerja sebagai pekerja serabutan dengan berbagai keahlian, seperti tukang kayu, tukang ledeng, dan sebagainya. Di usia 17 tahun, Ozzy sempat ditangkap dan dipenjara selama enam minggu akibat mencoba mencuri pakaian.
Suatu hari pada tahun 1967, seorang musisi bernama Terence Butler alias Geezer membentuk sebuah band bernama Rare Breed, dan mengajak Ozzy untuk menjadi vokalisnya. Meskipun band tersebut hanya manggung dua kali, Geezer dan Ozzy kemudian bertemu dengan Bill Ward dan Tony Iommi, yang baru saja pergi dari band mereka, Mythology.
Mereka berempat memutuskan membentuk band mereka sendiri, yang diberi nama Earth. Namun karena ada band yang bernama persis sama kala itu, nama band kemudian diganti menjadi Black Sabbath.
Konon, nama ‘Black Sabbath’ diambil dari sebuah film yang bernama sama. Selain memang doyan berpakaian serba gelap, konon Geezer menyempatkan diri membaca buku ilmu gelap dan melihat penampakan serba gelap ketika terbangun, yang menginspirasi Geezer dan Ozzy menulis lagu pertama mereka yang juga berjudul ‘Black Sabbath’.
Black Sabbath terkenal dengan pakaian dan lirik lagu yang serba gelap, dan memiliki nuansa mistis dan klenik yang akhirnya menjadi ciri khas genre black metal. Meskipun demikian, Ozzy membantah tuduhan bahwa dirinya dan bandnya menganut kepercayaan satanis.
“Memang saya banyak salah, tapi saya bukan orang jahat maupun penyembah setan. Saya cuma seorang John Osbourne, warga kelas menengah kebawah dari Aston yang berhenti jadi buruh pabrik dan pergi bersenang-senang,” tulis Ozzy dalam biografinya, sebagaimana dikutip dari Reuters.
Bersama Black Sabbath, Ozzy mengeluarkan beberapa karya legendaris, termasuk album ‘Black Sabbath’, ‘Paranoid’ dan ‘Master of Reality’. Namun penggunaan obat-obatan terlarang dan perselisihan dengan Tony membuat Ozzy dikeluarkan dari Black Sabbath pada 1979.
Sejak saat itu, Ozzy memilih berkarir solo dan dengan cepat meraih kesuksesan kembali dengan merilis beberapa album solo yang telah lama disiapkannya, seperti ‘Blizzard of Oz’ dan ‘Diary of a Madman’.
Di salah satu konser solonya pada 1982, Ozzy melakukan salah satu aksi yang membuat dirinya nyaris meninggal, namun juga mengabadikan namanya di dunia musik. Di tengah konser, salah satu penonton melemparkan kelelawar hidup ke arah dirinya.
Ozzy mengira kelelawar tersebut merupakan binatang mainan, sehingga dia menghibur penonton dengan menggigit kepala kelelawar tersebut. Namun sesaat kemudian, Ozzy baru sadar kelelawar yang digigitnya sungguhan, sehingga pasca konser dirinya dilarikan ke rumah sakit untuk menerima suntik anti-rabies.
“Sesaat setelah saya gigit, saya baru sadar ada yang tidak beres. Mulut saya langsung penuh cairan hangat, dan kemudian saya merasakan kepala kelelawarnya bergerak. Baru saya sadar, “Lho ini kelelawar sungguhan!”,” jelas Ozzy dalam biografinya sebagaimana dikutip dari BBC.
Setelah sukses menempuh karir solo dan berbaikan dengan anggota yang lain, Ozzy kembali manggung bersama Black Sabbath mulai tahun 1997. Selain itu dia menjadi bintang reality show melalui serial The Osbournes, yang menampilkan kehidupan pribadi dan keluarganya.
Pada 2020, Ozzy mengungkapkan bahwa dirinya menderita penyakit Parkinson sejak tahun 2003. Keadaan tersebut menyebabkan Ozzy perlahan kehilangan kemampuan berjalan, hingga jelang akhir hayatnya pada awal 2025, dirinya sama sekali tidak dapat berjalan.
“Saya sudah menghindari kematian sepanjang masa senja saya. Sehingga jika suatu hari ada berita dengan judul ‘Ozzy Osbourne Telah Dipanggil Yang Maha Kuasa’, masyarakat tidak akan berkata ‘Ya Tuhan!’, namun hanya berucap ‘Oalah, akhirnya sudah tiba waktunya ke alam kubur,’” jelas Ozzy dalam wawancaranya bersama Los Angeles Times.
Pada 5 Juli 2025, akhirnya Ozzy dan kawan-kawannya menggelar konser perpisahannya, ‘Back to the Beginning’ di Villa Park, Aston Birmingham. Menimbang kondisi tubuh Ozzy, dirinya manggung sambil duduk di atas singgasana. (edo)
Editor : Yuan Edo Ramadhana