Kemarau Panjang, Petani Bojonegoro Keluhkan Panen Tembakau Tidak Optimal

Dewi Safitri • Dipublikasikan Selasa, 1 September 2026 | 16:07 WIB
PANEN: Petani tembakau di Desa Mediyunan, Kecamatan Ngasem sudah mulai panen sejak pertengahan Agustus lalu. (FARHAN REZA ARDIANSYAH/RADAR BOJONEGORO)
PANEN: Petani tembakau di Desa Mediyunan, Kecamatan Ngasem sudah mulai panen sejak pertengahan Agustus lalu. (FARHAN REZA ARDIANSYAH/RADAR BOJONEGORO)

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Pertumbuhan tanaman tembakau di sejumlah lahan petani tidak maksimal. Kondisi kemarau panjang yang tidak turun hujan susulan sama sekali. Membuat tanaman tembakau tidak bisa tumbuh tinggi dengan daun lebar. Hal tersebut membuat hasil yang didapat petani mengalami penurunan.

Kondisi tersebut dirasakan sejumlah petani di Bojonegoro. Salah satunya, Rahayu petani tembakau asal Kecamatan Bubulan mengatakan, tanam tembakau di musim ini cukup sulit. Di mana musim kemarau panjang saat ini, benar-benar tidak turun hujan susulan sama sekali. Hal ini menyebabkan, pertumbuhan tanaman tembakau tidak optimal.

"Sekarang sulit modot (berkembang). Soalnya, tidak ada hujan," katanya. Kondisi tersebut, menurutnya, membuat hasil panen tembakau tidak sebanyak sebelumnya, ketika tanaman tumbuh optimal.

Baca Juga: Pertumbuhan Tembakau Bojonegoro Tak Maksimal

"Tembakaunya ini tidak bisa tinggi-tinggi. Daunnya juga tidak bisa lebar-lebar," terangnya. Meski begitu, petani tetap merasakan hasil dari tanaman tembakau tahun ini. Karena tembakau yang ditanamnya hanya tidak optimal.

Tidak sampai mati ataupun busuk seperti ketika diguyur hujan terus menerus. Bahkan, telah mulai memasuki masa panen. "Iya, sudah memasuki waktu panen tembakau saat ini," terangnya.

Terpisah, petani tembakau asal Kecamatan Temayang, Yono mengatakan, bahwa tanaman tembakau miliknya aman. Tumbuh dengan subur dan optimal di tengah musim kemarau yang panjang. Karena di lahan miliknya, terdapat sumur sebagai sumber pengairan.

Ketika tanaman yang ditanamnya membutuhkan pasokan air. "Kalau di sini aman, ada sumurnya," ujarnya. (ewi/bgs)

Editor : Bhagas Dani Purwoko
pertumbuhan tembakau Petani tembakau petani bojonegoro