430 Pemuda Ngawen Masuk Desil 1-4, Program Mandiri Digelontor Rp 279 Juta

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Persoalan kesejahteraan masyarakat di Kelurahan/Kecamatan Ngawen, mendapat perhatian. Sebanyak 430 pemuda usia 16-30 tahun di wilayah tersebut tercatat masuk kelompok desil 1-4.
Kondisi itu menjadi salah satu dasar digulirkannya program desa/kelurahan mandiri sejahtera berbasis pemberdayaan pemuda. Total rencana intervensi kegiatan dan bantuan yang disiapkan mencapai Rp 279,47 juta.
Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Blora, Luluk Kusuma Agung Ariadi mengatakan, program tersebut mengacu pada data tunggal sosial ekonomi nasional (DTSEN).
‘’Tidak hanya bantuan, tetapi juga pemberdayaan agar masyarakat, khususnya pemuda, bisa lebih mandiri,’’ ujarnya.
Berdasarkan DTSEN, lanjut dia, jumlah penduduk Kelurahan Ngawen mencapai 6.389 jiwa. Sebanyak 2.020 jiwa atau 31,62 persen masuk desil 1-4. Sedangkan jumlah pemuda usia 16-30 tahun mencapai 1.344 jiwa. Dari angka tersebut, 430 pemuda masuk desil 1-4.
‘’Nantinya akan dibagi menjadi dua sektor. Yakni pemberdayaan sebesar Rp 95 juta atau 33,99 persen dan pelayanan dasar Rp 184,47 juta atau 66,01 persen,’’ jelasnya.
Lebih lanjut, dia menjelaskan, sejumlah program disiapkan untuk pemberdayaan. Diantaranya program pemberdayaan sosial ekonomi (PPSE) Kementerian Sosial sebesar Rp 5 juta untuk satu keluarga penerima manfaat (KPM).
Kemudian bantuan kelompok usaha bersama (KUBE) dari Dinsos sebesar Rp 20 juta per kelompok. Bantuan tersebut menyasar tiga kelompok dengan total Rp 60 juta.
‘’Ada pula bantuan permodalan usaha ekonomi perseorangan (UEP) dari BAZNAS. Nilainya Rp 3 juta per orang untuk 10 mustahik produktif atau total Rp30 juta,’’ katanya.
Sementara itu, sektor pelayanan dasar mendapat alokasi lebih besar. Diantaranya bantuan peningkatan kualitas rumah tidak layak huni (RTLH) dari BAZNAS sebesar Rp 20 juta untuk lima rumah tangga atau total Rp 100 juta.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




