RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Harga biji kopi di Bojonegoro masih relatif stabil. Belum ada kenaikan harga yang signifikan dalam beberapa waktu terakhir, meski harga kopi jenis arabika cenderung mengalami fluktuasi dibandingkan robusta yang lebih stabil.
Susi, salah seorang penjual biji kopi di Desa Kalianyar, Kecamatan Kapas, mengatakan hingga saat ini harga biji kopi belum mengalami kenaikan. Menurut dia, perubahan harga lebih sering terjadi pada kopi arabika, sedangkan robusta cenderung bertahan pada kisaran harga yang stabil.
“Tidak ada kenaikan. Kalau arabika memang naik turun,” ujarnya.
Dia menjelaskan, kopi robusta hingga kini masih menjadi jenis yang paling banyak digunakan di warung-warung kopi tradisional. Sementara itu, arabika memiliki karakter rasa berbeda dan lebih identik dengan sajian kopi di kedai modern.
Baca Juga: Harga Tembakau di Bojonegoro Merangkak Naik
“Kalau arabika itu seperti Starbucks,” jelasnya.
Untuk harga, Susi menyebut biji kopi dengan nilai jual tertinggi saat ini mencapai Rp105 ribu per kilogram. Harga tersebut merupakan kopi Pagar Alam yang berasal dari Lampung. Sementara berbagai jenis biji kopi asal Pulau Jawa masih dibanderol di bawah Rp100 ribu per kilogram.
Menurut dia, kopi Pagar Alam menjadi salah satu produk yang cukup diminati pelanggan. Cita rasanya yang kuat, pahit, dengan sedikit sensasi gurih menjadi daya tarik tersendiri bagi para pecinta kopi.
“Pagar Alam dari Lampung memang strong, best seller. Rasanya kuat, pahit, ada gurih-gurihnya,” katanya.
Terpisah, salah seorang penikmat kopi di Bojonegoro, Mujib, mengaku senang harga kopi masih relatif stabil. Menurut dia, kondisi tersebut membuat para penikmat kopi tidak perlu khawatir adanya kenaikan harga minuman kopi di warung maupun kedai. (ewi/zim)
Editor : Farhan Reza Ardiansyah