Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kopi di Bojonegoro Relatif Stabil, Robusta Dampit Rp15 Ribu per Ons

Hakam Alghivari
Penulis: Hakam Alghivari❯
Salah satu outlet penjual biji kopi hingga gilingan di Desa Kalianyar, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro. (HAKAM ALGHIVARI/RADAR BOJONEGORO)
Salah satu outlet penjual biji kopi hingga gilingan di Desa Kalianyar, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro. (HAKAM ALGHIVARI/RADAR BOJONEGORO)

Advertisement

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Harga sejumlah jenis kopi di wilayah Bojonegoro masih relatif stabil. Kondisi tersebut terutama terlihat pada kopi jenis robusta yang hingga kini belum mengalami kenaikan harga. Sementara itu, harga arabika cenderung lebih fluktuatif dan dapat berubah mengikuti kondisi panen di daerah asal.

Susi, pemilik Toko Kopi Djadul di Desa Kalianyar, Kecamatan Kapas, Bojonegoro, mengatakan harga kopi jenis robusta saat ini masih cukup stabil. Salah satu yang banyak digunakan di warung kopi sekitar adalah robusta Dampit yang berasal dari Jawa Timur.

Menurut Susi, harga biji kopi Jawa seperti Dampit yang belum melalui proses sangrai masih berada di bawah Rp100 ribu per kilogram. Di Outletnya harganya menyentuh Rp95.000 per Kilogram (kg).

“Kalau yang biji kopi jawa tidak sampai 100k perkg,” ujar Susi.

Selain Dampit, terdapat sejumlah jenis robusta lain yang juga beredar di pasaran, seperti kopi asal Jember hingga Temanggung. Harga berbagai jenis kopi tersebut relatif berada pada kisaran yang tidak jauh berbeda.

Advertisement

Untuk kopi robusta Dampit yang telah diolah, Susi menyebut harganya mencapai Rp15 ribu per ons. Harga tersebut sudah termasuk kopi yang telah disangrai dan digiling.

“Untuk yang robusta dampit, per ons Rp15 ribu, itu sudah diroasting dan digiling,” terangnya.

Perempuan kelahiran Palembang itu menjelaskan, perbedaan harga antara biji kopi mentah dan kopi yang telah diproses salah satunya dipengaruhi oleh perubahan berat setelah proses sangrai. Biji kopi mentah masih memiliki kandungan air, sedangkan setelah disangrai kadar airnya berkurang sehingga bobot kopi ikut menyusut.

Meski demikian, kondisi harga robusta saat ini belum menunjukkan kenaikan. Berbeda dengan robusta, harga kopi arabika disebut lebih mudah mengalami perubahan.

Fluktuasi tersebut salah satunya berkaitan dengan waktu panen di daerah asal kopi. Kondisi ini relatif berlaku pada kopi jenis robusta maupun arabika. Ketika masa panen terlambat atau bahkan gagal panen, pasokan dapat berpengaruh terhadap harga di tingkat pasar.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar BojonegoroIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Harya Susiana, Pemilik Toko Kopi Djadoel: Awal Usaha Dikira Toko Tembakau

Harya Susiana, Pemilik Toko Kopi Djadoel: Awal Usaha Dikira Toko Tembakau

Kopi menjadi bagian hidup Harya Susiana. Berangkat dari keresahan sesama pecinta kopi tentang harga terus naik. Susi memutuskan untuk membuka Toko Kopi Djadoel untuk mengenalkan rasa Nusantara melalui biji kopi pilihan.

Lika-Liku Usaha Warung Kopi di Bojonegoro, Harga Bahan Baku Naik

Lika-Liku Usaha Warung Kopi di Bojonegoro, Harga Bahan Baku Naik

Merintis usaha kafe bukan perkara sederhana. Selain menghadapi fluktuasi jumlah pengunjung dan ketidakpastian harga bahan baku

Harga Biji Kopi di Bojonegoro: Jenis Robusta Stabil, Arabika Naik Turun

Harga Biji Kopi di Bojonegoro: Jenis Robusta Stabil, Arabika Naik Turun

Harga biji kopi di Bojonegoro masih relatif stabil. Belum ada kenaikan harga yang signifikan dalam beberapa waktu terakhir

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer