Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

5 Rekomendasi Saham 'Anti Goreng' untuk Pemula, Cocok Jadi Pilihan Investasi Jangka Panjang

Andhika Feriawan • Rabu, 8 Juli 2026 | 22:31 WIB
Saham "anti goreng" umumnya berasal dari perusahaan berkapitalisasi besar (blue chip), memiliki fundamental yang kuat, serta likuiditas tinggi. (MAGNIFIC/ANDHIKA FERIAWAN/RADAR BOJONEGORO)
Saham "anti goreng" umumnya berasal dari perusahaan berkapitalisasi besar (blue chip), memiliki fundamental yang kuat, serta likuiditas tinggi. (MAGNIFIC/ANDHIKA FERIAWAN/RADAR BOJONEGORO)

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Bagi investor pemula, memilih saham yang relatif stabil sering kali menjadi langkah awal yang lebih bijak dibanding mengejar saham yang bergerak sangat fluktuatif. Di pasar modal Indonesia, istilah "saham gorengan" merujuk pada saham yang harganya mudah dimanipulasi akibat likuiditas rendah, kapitalisasi pasar kecil, atau aktivitas spekulatif yang tinggi.

Sebaliknya, saham yang kerap disebut "anti goreng" umumnya berasal dari perusahaan berkapitalisasi besar (blue chip), memiliki fundamental yang kuat, likuiditas tinggi, serta kepemilikan publik yang luas sehingga lebih sulit dipengaruhi oleh aksi spekulan.

Meski tidak ada saham yang benar-benar kebal dari fluktuasi pasar, berikut lima emiten yang sering menjadi pilihan investor jangka panjang dan dinilai lebih cocok bagi pemula.

1. Bank Central Asia (BBCA)

PT Bank Central Asia Tbk merupakan salah satu bank swasta terbesar di Indonesia. Emiten ini dikenal memiliki kinerja keuangan yang konsisten, tingkat profitabilitas tinggi, dan kualitas aset yang terjaga.

Baca Juga: 5 Saham dengan Harga Diskon: Saatnya Serok Bawah Saham dengan Big Cap?

BBCA juga memiliki kapitalisasi pasar yang sangat besar, sehingga pergerakan harga sahamnya cenderung lebih stabil dibanding saham berkapitalisasi kecil. Tak heran jika saham ini menjadi salah satu favorit investor institusi maupun investor ritel.

2. Bank Rakyat Indonesia (BBRI)

Sebagai bank dengan fokus pada segmen usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk memiliki jaringan bisnis yang luas dan basis nasabah yang besar.

Konsistensi dalam membukukan laba serta rutin membagikan dividen membuat BBRI menjadi salah satu saham yang banyak dipilih untuk investasi jangka panjang.

3. Telkom Indonesia (TLKM)

PT Telkom Indonesia Tbk merupakan perusahaan telekomunikasi terbesar di Indonesia yang memiliki bisnis mulai dari layanan seluler, internet, hingga pusat data.

Pertumbuhan kebutuhan digital di Indonesia menjadi salah satu faktor yang mendukung prospek bisnis perusahaan. Selain itu, TLKM dikenal sebagai emiten dengan fundamental yang relatif solid dan pembagian dividen yang cukup konsisten.

4. Astra International (ASII)

PT Astra International Tbk memiliki lini bisnis yang sangat beragam, mulai dari otomotif, jasa keuangan, alat berat, agribisnis, hingga infrastruktur.

Diversifikasi usaha tersebut membuat kinerja perusahaan lebih tahan terhadap perlambatan di salah satu sektor. ASII juga termasuk saham dengan likuiditas tinggi dan sering menjadi bagian dari portofolio investor institusi.

5. Bank Mandiri (BMRI)

PT Bank Mandiri Tbk merupakan salah satu bank terbesar di Indonesia dengan pertumbuhan kredit dan laba yang konsisten dalam beberapa tahun terakhir.

Baca Juga: IHSG Kembali Melemah ke Level 8.103: Sektor Teknologi Global Memerah, Saham CTTH dan NZIA Justru Terbang!

Sebagai anggota kelompok saham unggulan, BMRI memiliki kapitalisasi pasar besar serta volume transaksi yang tinggi, sehingga lebih sulit mengalami lonjakan harga yang tidak wajar akibat aksi spekulatif.

Tips Memilih Saham untuk Pemula

Selain memilih saham berfundamental kuat, investor pemula sebaiknya memperhatikan beberapa hal berikut:

Editor : Bhagas Dani Purwoko
#saham untuk pemula #saham anti goreng #saham BBCA #saham BBRI #saham perbankan