RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) masih memiliki akses terhadap pembiayaan bersubsidi melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang disalurkan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Program ini menjadi salah satu solusi permodalan bagi usaha produktif dengan suku bunga yang lebih rendah dibandingkan kredit komersial.
Melalui skema KUR, pelaku usaha bisa memperoleh pinjaman mulai dari jutaan rupiah hingga ratusan juta rupiah, baik untuk kebutuhan modal kerja maupun investasi. Namun, sebelum mengajukan pinjaman, calon debitur perlu memahami syarat, jenis pembiayaan, hingga dokumen yang harus dipersiapkan agar proses pengajuan berjalan lancar.
Baca Juga: Jumlah UMKM Capai 100 Ribu Orang: Persaingan dan Modal Masih Jadi Tantangan
Apa Itu KUR BRI?
Kredit Usaha Rakyat (KUR) merupakan program pembiayaan yang mendapat subsidi bunga dari pemerintah dan disalurkan melalui bank-bank yang ditunjuk, salah satunya Bank BRI. Program ini ditujukan bagi pelaku usaha produktif yang membutuhkan tambahan modal untuk mengembangkan bisnisnya.
Dana KUR dapat digunakan untuk berbagai sektor usaha, mulai dari perdagangan, pertanian, peternakan, perikanan, industri pengolahan, hingga jasa produktif lainnya.
Baca Juga: Ketua CEC Bojonegoro Sebut Kemarau Dongkrak Omzet Pedagang Minuman dan Kerupuk Terdongkrak
Jenis KUR BRI
BRI menyediakan beberapa jenis pembiayaan KUR yang disesuaikan dengan skala usaha masing-masing debitur:
1. KUR Super Mikro
-
Plafon hingga Rp10 juta.
-
Ditujukan bagi pelaku usaha pemula atau usaha berskala sangat kecil.
2. KUR Mikro
-
Plafon lebih dari Rp10 juta hingga Rp100 juta.
-
Umumnya tidak mensyaratkan agunan tambahan sesuai ketentuan yang berlaku.
3. KUR Kecil
-
Plafon di atas Rp100 juta hingga Rp500 juta.
-
Diperuntukkan bagi usaha yang telah berkembang dengan persyaratan tambahan, termasuk agunan sesuai hasil analisis kredit bank.
Syarat Mengajukan KUR BRI
Calon debitur perlu memenuhi sejumlah persyaratan dasar, antara lain:
-
Warga Negara Indonesia (WNI).
-
Memiliki usaha produktif yang layak.
-
Usaha telah berjalan minimal enam bulan (untuk kategori tertentu).
-
Tidak sedang menerima kredit produktif dari perbankan lain, kecuali kredit konsumtif seperti KPR atau kredit kendaraan.
-
Memiliki identitas diri berupa e-KTP dan Kartu Keluarga.
-
Memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB) atau Surat Keterangan Usaha sesuai ketentuan.
-
NPWP diperlukan untuk plafon pinjaman tertentu sesuai regulasi yang berlaku.
Dokumen yang Harus Disiapkan
Agar proses verifikasi berjalan lebih cepat, calon peminjam sebaiknya menyiapkan dokumen berikut:
-
e-KTP.
-
Kartu Keluarga (KK).
-
Dokumen legalitas usaha (NIB atau Surat Keterangan Usaha).
-
NPWP apabila dipersyaratkan.
-
Dokumen pendukung lain apabila diminta saat proses analisis kredit.
Baca Juga: 7 Buku Keuangan untuk Pemula agar Paham Konsep Finansial dari Nol
Suku Bunga dan Tenor
KUR BRI menawarkan bunga subsidi pemerintah sebesar sekitar 6 persen per tahun, jadi debitur akan menerima bunga kredit yang relatif kecil dibanding kredit komersial selain KUR.
Sementara itu, jangka waktu pinjaman disesuaikan dengan tujuan penggunaan dana, yaitu modal kerja, maksimal 4 tahun. Lalu untuk Investasi maksimal 5 tahun.
Cara Mengajukan KUR BRI
Pengajuan KUR dapat dilakukan melalui dua cara.
1. Datang langsung ke kantor BRI
Calon debitur membawa seluruh dokumen persyaratan ke kantor cabang atau unit kerja BRI terdekat. Setelah berkas diterima, pihak bank akan melakukan verifikasi, survei usaha, analisis kelayakan, hingga keputusan persetujuan kredit.
2. Pengajuan secara digital
BRI juga menyediakan layanan pengajuan KUR melalui kanal digital resminya sehingga calon debitur dapat mengisi data awal secara online sebelum proses verifikasi lebih lanjut dilakukan oleh petugas bank.
Tips agar Pengajuan KUR Lebih Mudah Disetujui
Beberapa hal berikut dapat meningkatkan peluang pengajuan KUR disetujui:
-
Pastikan usaha benar-benar aktif dan berjalan.
-
Lengkapi seluruh dokumen administrasi.
-
Gunakan data identitas yang valid.
-
Memiliki riwayat kredit yang baik.
-
Mengajukan plafon pinjaman yang sesuai dengan kapasitas usaha.
-
Siapkan pencatatan sederhana mengenai omzet dan aktivitas usaha sebagai bahan verifikasi.
KUR BRI menjadi salah satu instrumen pembiayaan yang dapat dimanfaatkan pelaku UMKM untuk memperkuat modal usaha dengan bunga yang relatif rendah. Meski menawarkan plafon pinjaman hingga Rp500 juta, persetujuan kredit tetap bergantung pada hasil analisis kelayakan usaha dan kemampuan membayar calon debitur.
Karena itu, sebelum mengajukan pinjaman, pastikan seluruh persyaratan telah dipenuhi dan informasi mengenai program KUR diperoleh melalui kanal resmi Bank BRI agar terhindar dari informasi yang tidak akurat atau praktik penipuan. (km/bgs)
Editor : Hakam Alghivari