Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Gen Z Enggan Memilih Jadi Guru, Namun Anggap Jadi Konten Kreator Pendidikan Lebih Menarik

M. Irvan Romadhon • Sabtu, 11 April 2026 | 08:45 WIB
CALON MAHASISWA: Siswa SMA di Bojonegoro bakal melanjutkan ke perguruan tinggu, pemkab menyediakan beasiswa dari APBD 2026. (YUAN EDO/RADAR BOJONEGORO)
CALON MAHASISWA: Siswa SMA di Bojonegoro bakal melanjutkan ke perguruan tinggu, pemkab menyediakan beasiswa dari APBD 2026. (YUAN EDO/RADAR BOJONEGORO)

 

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Generasi Z (Gen Z) tak banyak yang tertarik dengan profesi guru. Sebaliknya perubahan jaman dan semakin banyaknya pilihan pekerjaan membuat Gen Z lebih tertarik menjadi konten kreator pendidikan. Terlebih dinilai lebih fleksibel dan menjanjikan secara finalsial. Namun tetap bisa memberikan edukasi.

Terlebih di media sosial (medsos) saat ini banyak konten yang menunjukkan bahwa profesi guru memliki beban yang tinggi. Namun kesejahteran masih rendah. Tentu turut berpengaruh pada penilaian Gen Z pada profesi guru.

Dosen Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi (PJKR) Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri (Unugiri) Bojonegoro Mohamad Dai mengatakan, minat Gen Z terhadap profesi guru masih ada. Namun menurun karena dianggap kurang menjanjikan secara finansial, kaku, dan penuh beban administratif.

Dai menjelaskan, meski begitu, Gen Z tetap tertarik pada dunia pendidikan dalam bentuk yang lebih fleksibel dan modern. Sehingga yang perlu diperbaiki adalah sistem dan citra profesi guru itu sendiri.

Baca Juga: TPG Cair Tiap Bulan! Cek Jadwal dan Nominal Baru Guru Non-ASN 2026

Menurut Dai banyak Gen Z lebih memilih menjadi konten kreator edukasi di platform seperti TikTok, Instagram, atau YouTube. Tentu dengan membuat konten belajar yang menarik dan interaktif dibanding mengajar di kelas formal.

Selain itu, ada juga yang menjadi tutor online melalui platform digital atau membuka kelas privat digital. Terlebih dianggap lebih fleksibel, dan berpotensi menghasilkan pendapatan lebih. ‘’Juga sesuai dengan gaya kerja yang Gen Z inginkan,” ujarnya.

Wakil Rektor IKIP PGRI Bojonegoro Ima Isnaini Taufiqur Rohmah mengatakan, ketika melihat fenomena di media sosial, banyak narasi tentang beban kerja guru yang tinggi dan kesejahteraan yang masih perlu ditingkatkan.

‘’Itu tidak bisa diabaikan. Namun, di sisi lain, juga perlu melihat secara lebih utuh dan proporsional,” ungkapnya. (irv/zim)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#Guru #konten kreator #Pendidikan #media soisal #Gen Z