RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro merespons cepat terjadinya kelangkaan elpiji jelang Hari Raya Idul Fitri. Wakil Bupati Nurul Azizah langsung bergerak inspeksi mendadak (sidak) Rabu siang (18/3). Sidak menyasar ke berbagai lokasi pangkalan elpiji di wilayah Bojonegoro Kota dan sekitar Pasar Banjarejo.
Dalam sidak, Wabup bertemu dan banyak menerima keluhan dari masyarakat di lokasi yang mencari elpiji. Didampingi Kanit II Sat Reskrim Polres Bojonegoro, Ipda A. Zaenan Na’im dan Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro (Disdagkop UM) mengawasi aktivitas jual beli elpiji 3 kilogram di tempat tersebut.
“Ada yang mengira elpiji besok tidak ada. Sehingga panik semua. Bahkan kami melihat di Pasar Kapas dan Banjarejo, ada toko yang memenuhi permintaan dari Kecamatan kedungadem, Kalitidu dan banyak yang lain,” ujar Nurul usai sidak di Pasar Banjarejo.
Selama sidak, pihaknya juga menemukan beberapa pangkalan yang mematok harga lebih tinggi dari seharusnya. Beberapa pangkalan di Kapas ketahuan menjual elpiji 3 kilo hingga seharga Rp 25 ribu per tabung. Hal ini jauh dari ketentuan pemerintah sebesar Rp 18 ribu per tabung.
“Pengawasan akan terus dilakukan dan kami berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk memastikan distribusi elpiji tetap lancar. Jika ada yang melanggar ketentuan, tentu akan ada tindakan berupa sanksi,” jelas Nurul.
Selain itu, Nurul juga mewanti-wanti masyarakat agar tidak memborong elpiji perorangan. Setiap masyarakat hanya berhak membeli atau mengisi ulang satu tabung.
“Pertamina bakal mengirim pasokan kembali ke pedagang. Dengan catatan dijual sesuai harga eceran berlaku (Rp 18 ribu). Kemudian setiap orang hanya boleh membeli satu tabung, misal ada yang ingin membeli lebih banyak pedagang dapat menolaknya,” jelas Nurul sambil berdialog dengan pedagang elpiji.
Sementara itu, perwakilan dari pihak Pertamina mengklaim akan memenuhi permintaan stok elpiji dari pangkalan dan masyarakat. Termasuk jumlah yang diajukan sebelumnya.
“Sesuai permintaan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, alokasi bakal ditambah secara fakultatif karena hari-hari ini banyak yang menggelar hajatan. Sehingga meningkatkan kebutuhan masyarakat,” jelas perwakilan tersebut. (edo/cho)
Editor : Yuan Edo Ramadhana