Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Harga Gabah Bojonegoro di Bawah HPP saat Panen Raya, dalam Rentang Rp 5.700 hingga Rp 6.300 Per Kilogram

Yana Dwi Kurniya Wati • Selasa, 10 Maret 2026 | 20:32 WIB

PANEN: Petani sedang memanen padi dengan mesin combin, harga saat panen raya di bawah HPP, kondisi yang kurang berpihak kepada petani ini menjadi langganan setiap tahun.
PANEN: Petani sedang memanen padi dengan mesin combin, harga saat panen raya di bawah HPP, kondisi yang kurang berpihak kepada petani ini menjadi langganan setiap tahun.

 

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Harga gabah di tingkat petani langganan mengalami penurunan saat panen raya. Persoalan lama yang belum bisa dientaskan pemerintah.

Harusnya, harga gabah kering (GKP) di tingkat petani terjual di Rp 6.500 per kilogram (kg), sesuai harga pemberlian pemerintah (HPP). Namun, di sejumlah wilayah, gabah petani laku di kisaran Rp 5.700-6.300 per kg. Kondisi ini tentu dikeluhkan petani.

Misbah, petani asal Kecamatan Sumberrejo mengaku, tidak memiliki banyak pilihan selain menjual gabah dengan harga yang ditawarkan tengkulak. “Kita tahu harga gabah dari pemerintah informasinya Rp 6.500, tapi ya mau gimana lagi, lakunya segitu. Tapi Alhamdulillah masih untung,” ujar Misbah, kemarin (10/3).

Keluhan serupa disampaikan Kaklim, petani dari Kecamatan Gayam, harga gabah pada musim panen tahun ini berada di kisaran Rp6.100 hingga Rp6.300 per kg.

Meski berada di bawah HPP, menurutnya harga tersebut masih lebih baik dibandingkan tahun lalu yang sempat turun di bawah Rp 6.000 per kilogram.

‘’Alhamdulillah tahun ini harganya lumayan stabil. Dari panen sekitar dua ton padi, sebagian saya jual dan sebagian lagi saya simpan untuk kebutuhan makan keluarga,” kata Kaklim.

Kondisi berbeda justru terjadi di tingkat pengepul. Prapto, salah satu tengkulak gabah di Bojonegoro, mengaku harga jual gabah ke gudang badan urusan logistic (bulog) saat ini justru berada di atas HPP, yakni sekitar Rp 6.800 hingga Rp6.900 per kg.

“Gabah kering tahun ini saya setor ke gudang diterima dengan harga Rp 6.800 sampai Rp 6.900 per kg. Tahun lalu mentok di Rp 6.500, bahkan kadang turun sampai Rp 6.200,” ungkapnya.

Prapto mengaku, membeli gabah dari sejumlah desa seperti Desa Malingmati, Desa Kalisumber, hingga Desa Gamongan, Kecamatan Tambakrejo dengan harga Rp 6.100 hingga Rp 6.300 per kg. Harga tersebut sudah termasuk potongan biaya panen menggunakan mesin atau kombi. “Harga itu sudah termasuk dipotong biaya kombi,” jelasnya.

Sementara itu, Perum Bulog Bojonegoro melalui Humas Agung B. Setiaji belum memberi tanggapan terkait harga gabah di tingkat petani yang berada di bawah HPP. (yna/msu)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#bulog bojonegoro #harga gabah #Gabah #Bulog #Panen #gabah petani #Harga gabah kering #Petani #harga pembelian #GKP #pengepul #tengkulak #padi #gabah kering #panen raya #hpp