RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Menjelang Lebaran, Pemkab Blora berupaya menekan lonjakan harga bahan pokok. Caranya mulai dari gerakan pangan murah hingga menggerakan BUMD untuk menggelar pasar murah.
Kabag Perekonomian Setda Blora, Pujiariyanto, mengatakan saat ini pihaknya sudah menjadwalkan pelaksanaan pasar murah dengan menggandeng BUMD di Blora. Upaya itu sudah pernah terlaksana sejak tahun 2025. Namanya Bu Desi Plus atau BUMD Peduli Inflasi.
"Menyebar di 16 kecamatan. Kegiatan BUMD Peduli Inflasi akan dilakukan sejak 11 hingga 14 Maret 2026. Nanti akan digelar di kantor kecamatan," terangnya.
Ada lima BUMD yang terlibat dalam gerakan tersebut. Yaitu BPD Bank Jateng, BPR BKK, BPH, BPE, hingga PDAM.
"Setiap titik memilki porsi yang sama," terang Puji.
Pemkab juga telah melaksanakan gerakan pangan murah sebagai upaya tidak lanjut instruksi Badan Pangan Nasional.
Kepala Dinas Pangan, Pertanian, Peternakan, dan Perikanan (DP4) Blora, Ngaliman, mengatakan kegiatan GPM ini pihaknya menggandeng beberapa pihak. Yaitu, bulog, dekranasda, dan gapoktan. Upaya itu sebagai langkah untuk menyuplai gula, cabai, beras, minyak, bawang merah, bawang putih, dan telur.
Beberapa komoditas yang dipasarkan mendapatkan subsidi dari pemerintah. Dengan rincian harga, Beras SPHP 5 kilogram (kg) dengan harga Rp58 ribu, lalu beras lokal Rp13 ribu per kg.
"Kita juga mendistribusikan minyakita dengan HET yaitu Rp15.700 per liter. Untuk komoditas yang didistribusikan terdapat subsidi. Semisal telur di pasaran sudah mencapai Rp30 ribu menjadi Rp27 ribu," terangnya. (ozi/zim)
Editor : Yuan Edo Ramadhana