RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan hari ini, Rabu (4 Februari 2026), dengan senyum manis. Indeks acuan pasar modal Indonesia ini berhasil parkir di zona hijau, menguat 24,12 poin (0,3%) ke level 8.146,7.
Aktivitas lantai bursa terpantau sangat sibuk dengan total nilai transaksi menembus Rp25,47 triliun. Volume perdagangan tercatat mencapai 42,41 miliar saham dengan frekuensi perpindahan tangan sebanyak 2,81 juta kali.
Dari segi performa emiten, pasar terlihat cukup dinamis:
-
309 Saham berhasil menguat.
-
419 Saham mengalami penurunan.
-
230 Saham memilih stagnan (jalan di tempat).
Sektor Barang Baku Jadi Primadona
Kenaikan IHSG hari ini didorong oleh performa gemilang sejumlah sektor sektoral. Sektor Barang Baku memimpin barisan dengan lonjakan 3,32%, disusul oleh sektor perindustrian (0,72%) dan transportasi (0,17%).
Baca Juga: Menkeu Purbaya Yudi Sadewa Jawab Polemik: Dari Anggaran 'Gentengisasi' hingga Nasib Saham Gorengan
Namun, tekanan jual masih menghantui beberapa sektor lain. Sektor Barang Konsumen Primer menjadi pemberat utama dengan koreksi tajam 4,02%, diikuti sektor infrastruktur yang terkikis 2,41%.
Asing Kompak Borong "The Big Four" Perbankan
Kabar baik datang dari investor asing yang tampak agresif mengoleksi saham-saham perbankan raksasa (Big Caps). Berdasarkan data Stockbit, berikut adalah rekapitulasi aksi beli bersih asing hari ini:
-
BBRI (Bank Rakyat Indonesia): Asing masuk, harga naik 1,84% ke Rp3.870.
-
BBCA (Bank Central Asia): Diborong asing, harga naik 1,96% ke Rp7.800.
-
BMRI (Bank Mandiri): Mencatat kenaikan 3,52% ke Rp5.000.
-
BBTN (Bank Tabungan Negara): Melesat paling tinggi 9,39% ke Rp1.340.
Analisis Pakar: Bayang-Bayang MSCI hingga Geopolitik
Pilarmas Investindo Sekuritas memberikan catatan penting terkait sentimen pasar hari ini:
-
Ultimatum MSCI: IHSG masih bergerak di bawah tekanan sentimen MSCI. Pasar masih menunggu langkah konkret pembenahan dari OJK dan BEI sesuai saran lembaga indeks global tersebut.
-
Isu Politik di OJK: Beredar rumor bahwa kursi ketua OJK yang baru akan diisi oleh politikus dari pimpinan komisi di DPR, yang memicu spekulasi di kalangan pelaku pasar.
-
Tensi Geopolitik Asia: Pasar Asia bergerak mixed akibat insiden ditembak jatuhnya drone Iran oleh pasukan AS di dekat Laut Arab. Meski demikian, Presiden Donald Trump menegaskan jalur diplomasi tetap terbuka, dengan pembicaraan AS-Iran dijadwalkan pada Jumat (6/2/2026).
Top Gainers: Deretan Saham Cuan Maksimal
Bagi para trader, hari ini adalah panen raya. Lima saham berikut mencatat kenaikan fantastis di atas 24% hanya dalam sehari:
| Kode Saham | Emiten | Kenaikan | Harga Terakhir |
| MBTO | Martina Berto | +34,51% | Rp191 |
| NZIA | Nusantara Almazia | +34,31% | Rp137 |
| NASI | Wahana Inti Makmur | +26,71% | Rp185 |
| INTD | Inter-Delta | +24,81% | Rp332 |
| FITT | Hotel Fitra International | +24,42% | Rp535 |
Top Losers: Waspada Koreksi Dalam
Di sisi lain, beberapa saham harus rela terperosok dalam ke zona merah (ARB), antara lain:
-
BIPI (Astrindo Nusantara): Anjlok 15% ke Rp136.
-
FILM (MD Entertainment): Ambles 15% ke Rp8.925.
-
SSTM, TRUE, & LMPI: Kompak turun di kisaran 14%.
Strategi Besok: Dengan volatilitas pasar yang masih dipengaruhi sentimen global dan domestik, investor disarankan untuk tetap cermat memperhatikan pergerakan saham perbankan yang sedang diakumulasi asing, serta mewaspadai saham-saham yang sudah naik terlalu tinggi. (*)
Editor : Bhagas Dani Purwoko