Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Isu Kenaikan Harga Komponen HP secara Global Tekan Segmen Menengah, OPPO Jaga Seri A Tetap Terjangkau

Hakam Alghivari • Kamis, 15 Januari 2026 | 15:16 WIB
PASAR SMARTPHONE: Oppo tetap jaga harga tetap terjangkau.
PASAR SMARTPHONE: Oppo tetap jaga harga tetap terjangkau.

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Isu kenaikan harga komponen HP secara global kembali menjadi perhatian di pasar smartphone nasional.

Lonjakan harga RAM di level produksi mulai merambat hingga ke daerah, termasuk wilayah Bojonegoro, Tuban, dan Lamongan yang selama ini menjadi pasar utama ponsel kelas menengah.

Situasi tersebut, segmen menengah menjadi kelompok yang paling sensitif terhadap perubahan harga.

Setiap pergeseran harga di kelas ini dinilai berpengaruh langsung terhadap keputusan konsumen.

Khususnya, masyarakat daerah yang cenderung mempertimbangkan keseimbangan antara harga, spesifikasi, dan daya tahan perangkat.

Ahmad Ubaidillah, OPPO Regional Manager area Bojonegoro-Tuban-Lamongan mengakui, bahwa tekanan harga komponen global paling cepat terasa pada Seri A yang menyasar segmen menengah.

Meski demikian, dirinya menegaskan, bahwa setiap penyesuaian dilakukan dengan mempertimbangkan daya beli masyarakat lokal.

“Segmen menengah atau Seri A memang yang paling sensitif. Perubahan harga komponen global langsung terasa di sini. Tapi ya itu tadi, saya pribadi selalu mengawal agar penyesuaian di Seri A ini tetap masuk akal dan tetap bisa dijangkau oleh daya beli masyarakat lokal di sini,” ujarnya.

Untuk meredam dampak kenaikan harga, merek asal Tiongkok itu memilih menyeimbangkan antara biaya produksi dan nilai yang diterima konsumen.

Penyesuaian harga, menurut Ubaidillah, diimbangi dengan peningkatan fitur maupun program pendukung agar konsumen tetap merasakan manfaat yang sepadan.

“Meskipun ada penyesuaian (harga) di Seri A, kami kompensasi dengan fitur yang lebih oke atau program pendukung lainnya. Jadi konsumen nggak merasa beli barang mahal, tapi merasa investasi di barang yang berkualitas,” katanya.

Pendekatan tersebut dinilai turut memengaruhi persepsi pengguna di lapangan. Sejumlah konsumen menilai bahwa ponsel kelas menengah masih menawarkan fungsi yang relevan untuk kebutuhan sehari-hari, meski isu kenaikan harga komponen global terus bergulir.

Salah satunya Fika Nur Laili, mahasiswa kampus swasta Bojonegoro sekaligus pengguna OPPO A78. Ia menilai, seri menengah OPPO masih nyaman digunakan untuk aktivitas harian setelah sekitar satu tahun pemakaian.

Menurut Fika, dari sisi pengguna, OPPO A Series termasuk A78 yang ia gunakan masih tergolong worth it untuk kebutuhan sehari-hari.

Karena itu, ia memandang penyesuaian harga akibat kenaikan komponen sebagai hal yang masih bisa dimaklumi.

"Kalau memang ada kenaikan harga karena komponen, ya wajar-wajar saja,” ujarnya.

Sejauh ini, OPPO menilai pasar di wilayah Bojonegoro masih menunjukkan respons yang relatif stabil di tengah tekanan harga komponen global, terutama di segmen menengah yang menjadi tulang punggung penjualan di daerah. (kam/bgs)

Editor : Bhagas Dani Purwoko
#komponen #hp #oppo #Smartphone #tuban #konsumen #bojonegoro #global #kelas menengah #harga RAM #lamongan