Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Pelaku Usaha Mandiri Bojonegoro Mengaku Nyaman karena Dorongan Passion

Dewi Safitri • Sabtu, 27 Desember 2025 | 15:30 WIB
PENYANYI: Heru Setyawan (berkacamata) bersama grup Mono Music menghibur para tamu acara KI Awards Jawa Timur 2025 di Hotel Aston pada 29 November lalu.
PENYANYI: Heru Setyawan (berkacamata) bersama grup Mono Music menghibur para tamu acara KI Awards Jawa Timur 2025 di Hotel Aston pada 29 November lalu.

 

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Fenomena jumlah pekerja berusaha sendiri menempati posisi kedua terbesar setelah pekerja berstatus pegawai, buruh, atau karyawan kerap kali digerakkan oleh dorongan renjana atau passion. Di Bojonegoro, beberapa pekerja berusaha sendiri (self-employed) merasa lebih nyaman dibanding kerja kantoran yang kerap kali dikejar target.

Heru Setyawan, musisi sekaligus penyanyi reguler di kafe dan wedding mengatakan, dirinya sudah bergelut di bidang jasa tarik suara sejak 2016 lalu. Pria berusia 35 tahun tersebut menilai, kerja kantoran memang memiliki kepastian gaji tiap bulan. ’’Namun, konsekuensinya ada target dari kantor atau tekanan dari atasan,” tambahnya.

Sedangkan, ketika dirinya menjadi penyanyi reguler, Heru merasa lebih nyaman. Sebab, menurut dia, hidup lebih tenang. ‘’Karena pekerjaan yang saya geluti memang sesuai dengan hobi dan passion. Dan, alhamdulillah hamper sepuluh tahun berjalan tergolong lancar,” beber pria asal Desa Ngampel, Kecamatan Kapas tersebut.

Hal senada dikatakan Evans Rimbawan yang punya usaha jasa servis laptop dan PC sejak 2019, bahwa dorongan utama berwirausaha juga karena hobi dan passion. ’’Jadi, ketika menjalani pekerjaan ini, saya merasa senang dan nyaman. Karena dari dulu sudah hobi ngoprek laptop/PC,” kata pria 33 tahun itu.

Meski usahanya sudah berjalan kurang lebih enam tahun, Rimba sapaannya, belum pernah merekrut karyawan. ’’Karena sejauh ini memang masih bisa saya handle semuanya, jadi belum butuh karyawan,” jelasnya. Menurut Rimba, usaha jasa servis itu paling utamanya kepercayaan.

’’Bahkan, bagi saya, usaha jasa servis tidak begitu bisa diperbesar skalanya. Kalau pun di masa mendatang ingin memperbesar usaha ini, saya akan fokus jual spare part atau nyemplung menjadi kreator konten servis laptop/PC,” terangnya.

Rimba juga menambahkan, bahwa menjadi self-employed tidak mudah. Setidaknya, menguasai manajemen waktu, keuangan, dan sebagainya.

Siti salah satu penjual aneka jajanan di Kecamatan Dander mengatakan, ketertarikannya berusaha sendiri hadir saat menyandang status sebagai istri dan ibu. Sebelumnya, ia juga pernah bekerja sebagai buruh atau asisten rumah tangga (art), setelah lulus sekolah.

Kemudian, memutuskan untuk berhenti dan sempat menganggur beberapa tahun. Hingga akhirnya, mulai berjualan aneka jenis minuman dan jajanan di teras depan rumahnya.

"Masih tergolong baru jualan jajanan ini," katanya. (ewi/bgs)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#Usaha Mandiri #buruh #Pekerja #Passion #karyawan #pegawai #jajanan #Hobi #rumah tangga #Mandiri #kantor #Musisi