RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Hampir seperempat tenaga kerja di Kabupaten Bojonegoro kini menggantungkan hidup dari usaha mandiri, tanpa bergantung pada status pegawai atau buruh perusahaan.
Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Bojonegoro mencatat pada 2025, sebanyak 23 persen penduduk bekerja berstatus berusaha sendiri, menunjukkan tingginya peran usaha mandiri dan skala kecil dalam menopang ekonomi daerah.
Data BPS menunjukkan, status pekerjaan terbesar masih ditempati buruh, karyawan, pegawai dengan porsi sekitar 28 persen. Kepala BPS Kabupaten Bojonegoro Syawaluddin Siregar menjelaskan, bahwa komposisi tersebut mencerminkan karakter pasar kerja di daerah.
“Kalau kita lihat menurut status pekerjaannya, paling banyak 28 persen (berstatus) pegawai, buruh, karyawan,” ujarnya. Ia menambahkan, kelompok pekerja yang berusaha sendiri menempati posisi kedua terbesar. “Dan, 23 persennya berusaha sendiri, menempati posisi kedua terbesar.” imbuhnya.
Selain dua kelompok tersebut, BPS juga mencatat penduduk yang berstatus berusaha dibantu pekerja tidak tetap sebesar 20 persen, pekerja keluarga atau tidak dibayar 17 persen, pekerja bebas 10 persen, serta berusaha dibantu pekerja tetap sekitar 2 persen.
Secara keseluruhan, pada 2025, penduduk Bojonegoro yang bekerja di sektor informal mencapai 69,35 persen, sedangkan sektor formal sebesar 30,65 persen. Kondisi ini menunjukkan bahwa aktivitas ekonomi masyarakat masih banyak bertumpu pada usaha mandiri, UMKM, dan pekerjaan nonformal. (dan/bgs)
Editor : Yuan Edo Ramadhana