RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Badan urusan logistik (bulog) mengklaim stok beras aman. Bahkan, sampai pertengahan tahun depan. Sementara, serapan gabah sudah berhenti.
"Perkiraan bisa (mencukupi) sampai pertengahan tahun depan kalau pengeluarannya setiap bulan," kata Pemimpin Cabang Bulog Bojonegoro Ferdian Darma Atmaja kemarin (17/12).
Ferdian, sapaannya mengemukakan, stok beras per kemarin di angka 45 ribu ton. Se-kantor cabang meliputi Bojonegoro, Lamongan, Tuban. Klaimnya mencukupi hingga medio 2026 jika pengeluaran setiap bulan sesuai penugasan.
Misal bantuan pangan (banpang) dan stabilisasi pasokan harga pangan (SPHP). Rinciannya, jika ada banpang maka pengeluaran mencapai 3.100 ton per bulan. Sedangkan, SPHP rerata 1.000 ton per bulan. "Jadi, tergantung penugasannya ada atau tidak," jelasnya.
Dia menambahkan, untuk serapan sudah berhenti dilakukan. Sebab, belum ada petani yang mau jual gabah ke bulog. Alasannya harga sudah di atas harga pembelian pemerintah (HPP). Namun, lanjut dia, penugasan menyerap gabah sampai 31 Desember. "Sudah berhenti serap, belum ada yang mau jual gabahnya ke bulog," ujarnya.
Disinggung perihal pengeluaran beras untuk bencana Aceh-Sumatera, pihaknya mengatakan, dilakukan kantor wilayah (kanwil) Aceh, Sumatera Barat (Sumbar), dan Sumatera Utara (Sumut). "Untuk pengeluaran (beras dari bulog) bencana langsung dari kanwil Aceh, Sumut, dan Sumbar," tambahnya. (yna/msu)
Editor : Yuan Edo Ramadhana