Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Serapan Pupuk Organik di Bojonegoro Baru 73,23 Persen, Petani Nilai Pupuk Urea dan Phonska Lebih Efektif

Dewi Safitri • Senin, 15 Desember 2025 | 14:30 WIB
Ilustrasi manufaktur pupuk. (AINUR OCHIEM/RADAR BOJONEGORO)
Ilustrasi manufaktur pupuk. (AINUR OCHIEM/RADAR BOJONEGORO)

 

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Realisasi penyaluran pupuk bersubsidi di Kabupaten Bojonegoro menunjukan capaian beragam. Dari tiga jenis pupuk utama, pupuk organik menjadi yang paling rendah tingkat penyerapannya. Yakni, baru sekitar 73,23 persen di penghujung tahun ini dari total alokasi yang tersedia.

Sub Koordinator Pupuk dan Sarana Alat dan Mesin Pertanian Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bojonegoro, Tatik Kasiati membenarkan, realisasi penyaluran pupuk subsidi di Bojonegoro yang beragam.

Realisasi penyaluran pupuk subsidi tertinggi di Bojonegoro tercatat pada pupuk NPK Phonska. Yakni, mencapai 90,71 persen. Tepatnya, dari alokasi 47.289 ton, telah tersalurkan sebanyak 42.895,36 ton. Sehingga, hanya menyisakan sekitar 4.393,65 ton.

Capaian tertinggi kedua pada pupuk Urea yang mencapai 87,69 persen. Dari alokasi sebesar 62.662 ton, telah tersalurkan sebanyak 54.948,04 ton. Dengan sisa alokasi yang belum tersalurkan 7.713,96 ton.

Realisasi penyaluran terendah pada pupuk organik, yakni sekitar 73,23 persen. Tepatnya, dari total alokasi 22.083 ton, terealisasi 16.172,34 ton. Sehingga, masih terdapat 5.910,66 ton pupuk organik yang belum tersalurkan. ‘’Nggih benar (rincian realisasi pupuk subsidi di Bojonegoro, terendah pada pupuk organik,’’ ujarnya.

Dikonfirmasi terpisah, Darmini petani asal Kecamatan Dander mengatakan, tidak menggunakan pupuk organik untuk padi maupun jagung yang ditanamnya saat ini. Jadi, mulai pemupukan pertama hingga panen, hanya menggunakan pupuk Urea dan Phonska.

‘’Tidak menggunakan pupuk organik. Hanya pupuk Urea dan Phonska,’’ katanya. Menurutnya, penggunaan pupuk Urea dan Phonska dinilai lebih menyuburkan tanaman. Setelah dipupuk menggunakan dua jenis tersebut, daun terlihat lebih hijau dan subur. Berbeda dengan pupuk organik.

‘’Pernah pakai pupuk organik, tapi tidak ada efeknya. Tidak seperti Urea dan Phonska, langsung terlihat hijau dan subur. Meskipun harganya juga jauh lebih mahal dibanding pupuk organik,’’ bebernya. (ewi/bgs)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#pupuk subsidi #Penyerapan #dkpp #Petani #urea #organik #Phonska #pupuk #bojonegoro #Pupuk Bersubsidi #Pupuk Organik #DKPP Bojonegoro