RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Geliat sektor pariwisata yang kembali stabil, para pelaku usaha justru menghadapi tantangan baru, persaingan yang semakin brutal.
Harga paket wisata kian kompetitif, layanan dituntut makin prima, dan pelanggan tak lagi mudah percaya pada brosur atau janji manis. Kini, keputusan mereka banyak ditentukan oleh satu hal, rekam jejak digital di media sosial.
Rohman, pelaku usaha travel wisata dari Praha Wisata, mengatakan perubahan perilaku pelanggan sebenarnya tidak jauh berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya.
Namun, tensi persaingan antarpelaku travel naik signifikan sehingga membuat konsumen lebih selektif dalam menentukan agen perjalanan.
“Pelanggan sekarang lebih selektif mas, karena persaingan harga dan kualitas pelayanan sudah sangat ketat. Kami harus berani memberikan pelayanan terbaik agar pelanggan tidak pindah ke agen lain,” ujarnya.
Rohman menyebut media sosial sebagai kanal paling efektif sekaligus murah untuk menjangkau calon pelanggan.
Testimoni, hasil dokumentasi trip, dan konsistensi konten visual menjadi faktor krusial dalam memenangkan kepercayaan publik.
“Sekarang sosial media jadi rujukan utama pelanggan. Bahkan, saat presentasi, yang ditanyakan pertama itu dokumentasi di sosial media kami,” terangnya.
Karena itu, Praha Wisata mulai lebih agresif memperkuat branding visual sekaligus rutin menampilkan review pelanggan sebagai bentuk transparansi layanan.
Terpisah, customer Praha Wisata, AA Mujib, 28, mengungkapkan, referensi wisata dari media sosial sangat membantu menentukan tujuannya.
“Lebih enak dari media sosial, karena review, tempat wisata, lokasi sudah ada gambaran, jadi kalau mau pergi langsung tahu,” jelasnya.
Baca Juga: Seminar Inspirasi Team Bunda Amanah Samira Travel Dihadiri 2.000 Peserta
Branding di media sosial sendiri juga menjadi salah satu pemantik kepercayaan dirinya menggunakan jasa travel agent asal Sumberrejo itu. “Jadi, ada kepercayaan di sana,” pungkasnya. (kam/bgs)
Editor : Bhagas Dani Purwoko