RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Usaha rumahan keripik pisang di Desa Pomahan, Kecamatan Baureno, Bojonegoro, kini bertransformasi. Setelah mendapat sentuhan teknologi, industri kecil ini mampu meningkatkan kapasitas produksi hingga 300 persen, dengan kualitas yang lebih konsisten dan renyah.
Program otomatisasi mesin produksi ini merupakan hasil kolaborasi Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri (Unugiri) dan Universitas Bojonegoro (Unigoro), melalui skema pemberdayaan berbasis masyarakat yang didukung Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
Ketua Tim Pengabdian Agus Sulistiawan menjelaskan, bahwa program ini lahir dari potensi besar usaha keripik lokal yang masih terhambat oleh keterbatasan alat dan pemasaran.
“Sebelumnya proses pengirisan dan penirisan minyak dilakukan manual, sehingga hasilnya tidak konsisten. Dengan alat otomatis, produksi jadi lebih efisien dan hemat biaya,” ujarnya.
Penerapan alat pengiris pisang otomatis dan spinner peniris minyak menjadi kunci perubahan, membuat produksi naik tiga kali lipat dengan biaya listrik yang lebih ekonomis. "Alat bisa mengolah hingga 200 kilogram per jam," terangnya.
Selain peningkatan produksi, tim juga melakukan pelatihan SDM dan pemasaran digital agar pelaku usaha dapat menjangkau pasar yang lebih luas.
“Kita ajarkan cara foto produk, menulis deskripsi menarik, hingga strategi berjualan online. Tujuannya agar produk lokal bisa bersaing tanpa kehilangan ciri khasnya,” tambahnya.
Program yang berlangsung selama delapan bulan ini melibatkan mahasiswa dan warga sekitar dalam skema Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Hasilnya, para pelaku usaha kini lebih terampil dan percaya diri mengelola produksinya.
Selain membawa dampak ekonomi, inovasi ini juga mempererat kolaborasi antara dunia kampus dan masyarakat desa. Produk Keripik Pisang Cantik Manis kini tampil lebih menarik dengan kemasan baru dan mulai dikenal di pasar lokal hingga luar Bojonegoro. (*/dan)
Editor : Yuan Edo Ramadhana