RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Mendekati akhir tahun tak jarang berbagai kebutuhan pokok hingga bumbu dapur mengalami kenaikan harga. Membuat daftar panjang keluhan masyarakat.
Pemerintah harus hadir menstabilkan harga di pasaran. Salah satunya melalui ketersediaan beras di badan urusan logistik (bulog). Klaimnya, hingga akhir tahun nanti sampai beberapa bulan di tahun depan stok beras aman.
Bahkan, harga beras diklaim turun dalam dua minggu terakhir. ’’Dan, sudah di bawah HET (harga eceran tertinggi),” klaim Pemimpin Cabang Bulog Bojonegoro Ferdian Darma Atmaja.
Sebelumnya, dia menyampaikan, penyaluran beras stabilisasi pasokan harga pangan (SPHP) ditarget 100 persen atau salur sebanyak 4.500 ton.
Mengikuti kondisi bulan-bulan akhir tahun di mana kebutuhan beras meningkat. Biasanya kebutuhan naik harga ikut naik. Namun, kata Ferdian, stok beras di gudang bulog sangat cukup dan aman sampai tahun depan. Bahkan, untuk tujuh bulan.
Yakni, 51 ribu ton se-cabang meliputi Bojonegoro, Lamongan, dan Tuban. ’’Stok kami Insyaallah sangat cukup dan aman sampai tahun depan atau sampai tujuh bulan ke depan,” bebernya.
Bahkan, lanjut dia, harga beras mulai turun pelan-pelan di dua minggu terakhir. Klaimnya sudah di bawah HET. Yakni, Rp 13.500 per kilogram (kg) untuk medium dan Rp 14.900 per kg untum beras premium per Agustus lalu.
Sesuai Keputusan Kepala Badan Pangan Nasional Republik Indonesia Nomor 299 Tahun 2025 tentang Penetapan HET Beras. (yna/bgs)
Editor : Yuan Edo Ramadhana