RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Dengan harga tiket yang cukup mahal dan lokasi yang berada di luar Pulau Jawa, banyak yang memperkirakan gelaran MotoGP seri GP Indonesia edisi 2025 bakal sepi penonton. Namun tanpa disangka, gelaran tahun ini akhirnya justru jadi edisi paling ramai sejak edisi perdana pada 2022 silam.
Liberty Media selaku penyelenggara MotoGP mengumumkan jumlah kehadiran penonton sebanyak 140.324 pengunjung, terhitung sejak Jumat (3/10) hingga Minggu (5/10) di media sosial mereka. Menurut catatan GoodStats, jumlah tersebut menjadi yang terbanyak sepanjang gelaran MotoGP di Mandalika.
Sebagai perbandingan, edisi 2024 lalu dihadiri sebanyak 121.252 pengunjung. Sementara edisi 2023 dihadiri 102.929 pengunjung, dan edisi perdana pada 2022 dihadiri 102.801 pengunjung. Pun demikian dibanding berbagai seri lain, jumlah tersebut tergolong kurang, namun juga masih relatif sehat dan ramai.
Misalnya, GP Perancis di Le Mans mencatatkan rekor sepanjang masa kehadiran event MotoGP dengan total 311.797 pengunjung. Kemudian seri pembuka di GP Thailand yang diselenggarakan di Buriram dikunjungi 224.634 pengunjung.
Sementara GP Inggris di Silverstone ‘hanya’ dikunjungi oleh sekitar 99 ribu pengunjung. Kemudian GP Hungaria di Balaton Park yang menjalani debut musim ini dikunjungi oleh 80.105 pengunjung.
Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir menyambut antusias catatan pengunjung tersebut. Erick, bersama Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Muhammad Iqbal, juga mengklaim gelaran MotoGP tahun ini membawa dampak ekonomi sebesar Rp 4,8 triliun, meskipun tidak menyampaikan detilnya.
"Ini prestasi, kita bisa melihat pemerintah, industri semua, ada Pertamina, Menteri Pariwisata, pemerintah daerah, kami solid bekerja sama memastikan event MotoGP ini makin bagian penting promosi Indonesia," jelas Erick usai menyerahkan trofi pemenang kepada Fermin Aldeguer, yang menjuarai edisi tahun ini.
Menurut Gubernur Iqbal sendiri, sektor UMKM juga mengalami peningkatan pesat pada gelaran tahun ini. “Semua merasakan dampaknya, termasuk pelaku UMKM. Dulu hanya bisa kita tampung 60 UMKM, sekarang lebih dari 120 sepertinya. Jadi dari ekonomi paling atas sampai terbawah semua terdampak," paparnya kepada awak media nasional.
Sementara pandangan Direktur Utama Mandalika Grand Prix Association (MGPA), Priandhi Satria, jumalh tersebut juga didukung dengan hasil penjualan tiket dan okupansi hotel di wilayah sirkuit. Dari tiket yang terjual, tiket grandstand dan paddock kembali jadi yang paling laris.
“Dari data kami, tiket grandstand dan hospitality area terjual hampir habis sejak dua minggu sebelum race. Ini membuktikan bahwa minat masyarakat terhadap MotoGP di Mandalika sangat tinggi,” jelas Satria.
Ramainya penonton di Mandalika membuktikan minat masyarakat dalam dan luar negeri untuk menghadiri gelaran tersebut, bahkan meskipun berbenturan dengan gelaran Formula 1 yang juga diselenggarakan pada Minggu malam di Singapura. Pun demikian, masih banyak perbaikan yang dapat dilakukan, termasuk memberi kanopi pada beberapa tribun di sektor tengah. (edo)
Editor : Yuan Edo Ramadhana