Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Akademisi Bojonegoro Dorong Agar Koperasi Desa Merah Putih Harus Punya Tujuan dan Sasaran Jelas

Yuan Edo Ramadhana • Kamis, 4 September 2025 | 20:17 WIB
Infografis Koperasi Desa Merah Putih (AINUR OCHIEM/RADAR BOJONEGORO)
Infografis Koperasi Desa Merah Putih (AINUR OCHIEM/RADAR BOJONEGORO)

 

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Akademisi ekonomi menegaskan koperasi desa/kelurahan merah putih (KDMP) harus punya tujuan dan sasaran gang jelas. Tidak hanya menunggu arahan pihak terkait, namun bisa mengambil inisiatif meningkatkan permodalan.

"Namun, kerja sama dan dukungan dari pihak terkait dapat sangat membantu dalam meningkatkan keberhasilan koperasi," ujar Dosen Fakultas Ekonomi Pembangunan Universitas Bojonegoro (Unigoro) Retno Muslinawati kemarin (3/9).

Retno mengatakan, KDMP merupakan inisiatif baik untuk meningkatkan ekonomi desa dan memberdayakan masyarakat. Namun, permodalan sering kali menjadi salah satu tantangan utama dalam menjalankan koperasi.

Dia menjelaskan, koperasi biasanya berbasis prinsip dari anggota, untuk anggota melalui simpanan pokok simpanan wajib, dan simpanan sukarela. "Anggota koperasi juga dapat memberikan kontribusi dalam bentuk lain, seperti tenaga atau keahlian," tambahnya.

Tapi, lanjut dia, koperasi juga dapat mencari sumber pendanaan lain. Di antaranya pinjaman dari lembaga keuangan, hibah atau bantuan, dan investasi. Sedangkan, untuk KDMP bisa dilakukan dengan menggalang partisipasi anggota berupa peningkatan kesadaran dan partisipasi dalam memberi kontribusi keuangan dan nonkeuangan dan mencari sumber pendanaan alternatif dengan menjelajahi opsi pendanaan lain misal pinjaman atau hibah untuk meningkatkan modal.

Kemudian, tambah dia, bisa dengan mengembangkan kegiatan usaha serta kerja sama dengan pihak lain seperti pemerintah atau organisasi untuk meningkatkan sumber daya koperasi. "Tidak hanya menunggu arahan pihak terkait, koperasi juga dapat mengambil inisiatif untuk meningkatkan permodalannya," tandas dia.

Retno menambahkan, beberapa solusi lain yang dapat dipertimbangkan untuk permodalan KDMP yakni pengembangan usaha dengan meningkatkan kegiatan usaha koperasi yang dapat menghasilkan pendapatan dan meningkatkan modal, kerja sama dengan badan usaha milik desa (BUM Desa), pelatihan dan pendampingan untuk meningkatkan kapasitas dan kemampuan anggota, penggalangan dana dari masyarakat atau organisasi, pengembangan produk, manajemen keuangan yang efektif, dan transparansi serta akuntabilitas untuk meraih kepercayaan anggota dan masyarakat.

Dia menegaskan, KDMP juga harus memiliki tujuan dan sasaran yang jelas. Fokus pada kegiatan yang tepat dan mengukur keberhasilan dalam mencapai tujuan.

Selain itu, dalam pengembangan usaha koperasi perlu kerja sama antara manajemen koperasi dan usaha ritel. Di antaranya untuk pembiayaan usaha-usaha, membuka toko, aktif mengadakan pasar murah sehingga pembelian tidak hanya dari anggota, dan kerja sama dengan pedagang besar dalam pengadaan barang untuk mendapatkan harga spesial. "Serta, SDM (pengelola) dan pengelolaan yang handal atau banyak ide dan tak kenal lelah," ujarnya.

Sebelumnya Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Mikro (Dindagkopum) Bojonegoro Retno Wulandari mengatakan, belum semua KDMP beroperasi.

Sebab, rerata terkendala permodalan. Berdasar data sementara, hanya dua desa dengan KDMP sudah berjalan. Yakni Desa Tlogoagung, Kecamatan Baureno dan Desa/Kecamatan Padangan. "Nanti, kami sir lagi," bebernya. (yna/msu)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#simpanan #Ekonomi Desa #KDMP #Koperasi Desa Merah Putih #akademisi #Koperasi Desa #dindagkopum #unigoro #Koperasi #Ekonomi #Arahan #bojonegoro #BUM Desa #pendanaan #masyarakat #modal #pendapatan