RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Peran perempuan Bojonegoro di dunia kerja terus menunjukkan tren positif.
Berdasar data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Bojonegoro, pada 2023 penduduk usia kerja berjenis kelamin laki-laki sebesar 59,74 persen. Menurun menjadi 59,62 persen dari total 531.739 penduduk usia kerja laki-laki pada 2024.
Sedangkan, untuk penduduk usia kerja perempuan mengalami kenaikan. Dari 40,26 persen pada 2023, meningkat menjadi 40,38 persen dari total 534.329 jiwa penduduk usia kerja perempuan pada 2024.
Hal ini menunjukan, bahwa penduduk perempuan sudah mulai meningkat peran sertanya di dunia kerja pada 2024.
Dari data yang sama, pekerja perempuan mendominasi sektor jasa (jasa pendidikan, kesehatan, pembersihan, dan lain sebagainya). Yakni, sebanyak 44,07 persen perempuan bekerja di sektor jasa pada 2023. Sedangkan, pekerja laki-laki hanya 31,08 persen.
Kemudian, di 2024 sebanyak 44,22 pekerja perempuan di sektor jasa dan pekerja laki-laki hanya 31,12 persen. Berbeda dengan sektor jasa, di sektor pertanian dan industri, masih didominasi oleh pekerja laki-laki di 2023 maupun 2024.
Salah satu pekerja perempuan asal Kecamatan Gondang, Bojonegoro Beta Agus mengatakan, perempuan di dunia kerja juga memiliki peran penting. Bisa membantu perekonomian keluarga dan memberi sudut pandang berbeda maupun baru dalam dunia kerja.
Baca Juga: Jebakan Overwork: Dampaknya pada Karyawan, Kualitas Pekerjaan, dan Cara Manajemen yang Sehat
’’Perempuan berhak untuk punya kesempatan dalam berkembang. Tetap menggali potensi yang dia punya, tanpa khawatir dan dibatasi oleh stereotipe gender,” ujarnya.
Menurutnya, tentang perempuan yang memutuskan untuk tetap berkarir, meski sudah menikah ataupun menjadi seorang ibu, keputusan tersebut sangat ia hargai. Selagi bisa mengatur waktu dengan baik antara pekerjaan dan keluarga.
Juga, mendapat dukungan dari orang terdekat, terutama pasangan, hal tersebut sangat luar biasa baiknya. Karena bekerja bukan sekadar soal uang, namun juga tentang kontribusi apa yang diberikan untuk masyarakat. Selain itu, menunjukan potensi diri yang mereka miliki.
’’Aku salah satu yang berkeinginan tetap menjadi wanita karir seperti itu. Bukan berarti ingin mengabaikan keluarga, tapi aku percaya berkarir bisa terus membuat seseorang berkembang. Semoga didukung sama partner-ku kelak,” pungkasnya. (ewi/bgs)