Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Sambut Momen Kemerdekaan, Tiap Tahun Pedagang Bendera Tempuh Perjalanan 600 Kilometer ke Bojonegoro

Dhani Wahyu Alfiansyah • Jumat, 1 Agustus 2025 | 18:07 WIB
AGUSTUSAN: Ampi, seorang pedagang asal Kabupaten Garut setiap tahun jualah bendera merah putih di Bojonegoro. (DHANI WAHYU ALFIANSYAH/RADAR BOJONEGORO)
AGUSTUSAN: Ampi, seorang pedagang asal Kabupaten Garut setiap tahun jualah bendera merah putih di Bojonegoro. (DHANI WAHYU ALFIANSYAH/RADAR BOJONEGORO)

 

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Setiap bulan Agustus tiba, bendera merah putih mulai berkibar di depan rumah, kantor, hingga tiang-tiang jalan. Di sela semarak itu, hadir sosoksosok gigih yang tak pernah absen mengiringi datangnya bulan kemerdekaan, yakni para pedagang musiman dari luar kota.

Salah satunya adalah Ampi, pedagang asal Kecamatan Leles, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Ia telah menempuh jarak lebih dari 600 kilometer setiap tahunnya, hanya untuk membuka lapak sederhana di trotoar Jalan HOS Cokroaminoto, Kecamatan Bojonegoro Kota.

’’Sudah sejak 2016 saya jualan di sini, setiap tahunnya selalu ke Bojonegoro,” ujar Ampi saat ditemui Radar Bojonegoro, Kamis (31/7). Di bawah terik matahari, ia menata rapi tumpukan bendera berbagai ukuran, umbul-umbul, hingga dekorasi panggung.

Di kampung halamannya, ia dikenal sebagai perajin sekaligus pedagang musiman. Sebab, desa tempat tinggalnya memang menjadi pusat produksi bendera di Garut, sebuah usaha turun-temurun yang menggantungkan harapan hidup dari momen kemerdekaan.

Baca Juga: Kenapa Banyak yang Berencana Mengibarkan Bendera One Piece Jelang HUT Kemerdekaan RI? Begini Penjelasan dan Sejarahnya

’’Karena di kecamatan saya, memang pusat pengrajin bendera. Dan, ada tujuh teman saya yang sekarang juga berjualan di Bojonegoro,” jelasnya.

Meski hanya berlangsung sekitar lima pekan, Agustus menjadi bulan paling menentukan dalam hidup mereka. Jika cuaca mendukung dan arus pembeli lancar, hasilnya bisa menutup kebutuhan rumah tangga selama berbulan-bulan.

’’Harganya bervariasi, mulai Rp 10.000 sampai paling mahal Rp 250 ribu. Biasanya mulai ramai kalau sudah dekat tanggal 17 Agustus,” tambahnya. 

Namun, tak jarang pula mereka pulang dengan hasil pas-pasan karena dagangan tak laku atau hujan turun berkepanjangan. (dan/bgs)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#jawa barat #Lapak #Perajin #garut #agustus #Bendera #bojonegoro #pedagang musiman #kemerdekaan #Umbul-umbul #Pedagang