RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Maraknya pasar modern dan minimarket yang semakin menjamur, Pasar Ngambon tetap bertahan sebagai pusat aktivitas ekonomi warga di Kecamatan Ngambon.
Pasar tradisional itu masih menjadi pilihan utama warga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Namun, untuk tetap beradaptasi, para pedagang sepakat untuk tetap menjaga kebersihan pasar, agar para pembeli merasa nyaman beraktivitas di pasar ini.
‘’Pasar masih terus dirawat, jadi nyaman buat kami para pedagang. Semoga kedepannya semakin ramai pembeli,’’ tutur salah satu pedagang di Pasar Ngambon Sulastri.
Pedagang tempe itu mengungkapkan, dibandingkan dengan pasar tradisional lain, Pasar Ngambon lebih nyaman. Selain itu, berbagai kebutuhan memang tidak bisa digantikan oleh keberadaan pasar modern. ‘’Umumnya membeli bahan pokok, peralatan rumah tangga, dan perlengkapan dapur,” imbuhnya.
Terlebih, letak Pasar Ngambon yakni 30 kilometer dari pusat kota membuat warga tetap mengandalkan pasar ini untuk berbelanja. ‘’Banyak pedagang sayur keliling yang bergantung pada pasar ini untuk mendapatkan pasokan dagangan mereka,” imbuhnya.
Siti Utami, salah satu pelanggan setia Pasar Ngambon, mengaku masih terbantu dengan keberadaan pasar ini. Sebagai penjual sayur keliling, ia selalu berbelanja di pasar ini untuk mengisi stok dagangannya. ‘’Pasar ini sangat membantu saya karena dekat dan lengkap. Jadi, bisa kulakan lebih cepat,’’ ungkap Siti.
Diketahui, meski aktivitas pasar berlangsung setiap hari, namun keramaian di Pasar Ngambon biasanya meningkat pada momen-momen tertentu, seperti saat bulan Ramadhan, musim panen, dan musim hajatan. ‘’Biasanya lebih ramai kalau musim panen dan hajatan,” imbuhnya.
Camat Ngambo M. Ridwan Sayyadi mengatakan, bahwa Pasar di Desa Ngambon itu merupakan pusat ekonomi masyarakat di kecamatan setempat. ‘’Satu-satunya pasar di Kecamatan Ngambon, dan dari dulu masih dikelola oleh desa,” ungkapnya.
Sebelumnya, pembangunan pasar di Desa Ngambon sempat akan dilakukan pada 2023 lalu, Namun, hal itu tak bisa dianggarkan APBD, setelah terkendala kepemilikan lahan pasar karena milik Pemdes Ngambon. (dan/msu)
Editor : Yuan Edo Ramadhana