Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Dolan Pasar: Pasar Desa Kepoh Butuh Sentuhan Pasca Kebakaran Empat Tahun Lalu, Pedagang Menanti Perbaikan

Yuan Edo Ramadhana • Selasa, 25 Maret 2025 | 19:33 WIB
BUTUH PERHATIAN: Kondisi Pasar Kepoh ini memprihatinkan, belum ada perbaikan sarana prasarana setelah kebakaran 2021 lalu. (IRVAN RAMADHON/RADAR BOJONEGORO)
BUTUH PERHATIAN: Kondisi Pasar Kepoh ini memprihatinkan, belum ada perbaikan sarana prasarana setelah kebakaran 2021 lalu. (IRVAN RAMADHON/RADAR BOJONEGORO)

 

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro - Sejak kebakaran yang melanda Pasar Desa Kepoh, Kecamatan Kepohbaru pada 2021 lalu. Pedagang di pasar berada di Jalan Raya Kepohbaru tersebut harus menempati kios atau bidak seadanya. Terlebih sejak kebakaran yang melahap bagian dalam pasar, belum ada perbaikan atau pembangunan dalam skala besar.

Kondisi tersebut tentu dikeluhkan para pedagang. Walau sempat ada rencana perbaikan menggunakan bantuan keuangan khusus (BKK) desa pada 2024. Namun belum terealisasikan.

Mutoharoh, pedagang pakaian di Pasar Kepoh mengatakan, pasar ini pernah mengalami musibah besar. Tepatnya kebakaran yang menghanguskan seluruh area pasar di 2021 lalu.

Sejak kebakaran tersebut belum ada pembangunan kembali bangunan pasar. Sehingga pedagang membangun kembali kios secara mandiri. Akibatnya kondisi pasar masih jauh dari ideal dan membutuhkan renovasi untuk meningkatkan kenyamanan serta keamanan bagi pedagang maupun pembeli.

‘’Para pedagang berinisiatif sendiri membangun kios,” ungkapnya.

Mutoharoh mengaku pada 2024 lalu, terdapat rencana renovasi pasar. Namun kini rencana tersebut belum terealisasi. Padahal sudah lama membutuhkan perbaikan.

‘’Semoga segera ada pembangunan,” harapnya.

Pedagang sudah berjualan selama 20 tahun tersebut menjelaskan, bahwa pasar mulai buka pukul 07.00 untuk penjual pakaian. Sedangkan untuk pedagang sayur pukul 06.00. Aktivitas jual beli berlangsung hingga sekitar pukul 12.00.

‘’Setiap pedagang dikenakan biaya harian sebesar Rp2.000 untuk kebersihan dan keamanan pasar,” jelasnya.

Kades Kepoh, Kecamatan Kepohbaru Muslikun mengatakan, Pasar Desa Kepoh sejak kebakaran 2021 seakan kurang tertata. Dana dari desa belum bisa digunakan untuk pembangunan pasar yang permanen.

Terdapat banyak kegiatan pembangunan desa lebih membutuhkan untuk diprioritaskan. Sehingga pedagang dibebaskan melakukan pembenahan sesuai kebutuhan dan kenyamanan masing-masing untuk berjualan.

Menurut Muslikun semenjak kebakaran terjadi, pemerintah desa setiap tahun selalu mengajukan proposal ke Pemkab Bojonegoro namun di P APBD sering hilang. Bahkan pada 2024 sudah ber-SK Pj Bupati tapi di akhir tahun juga tidak terealisasi.

‘’Pasar merupakan tempat perputaran ekonomi yang sangat vital. Sehingga berharap segera terwujudnya pembangunan agar UMKM juga semakin meningkat ekonomi masyarakat bisa lebih baik,” ujarnya.

Muslikun menjelaskan, pengelolaan pasar sejak 2019 hingga saat ini dikelola oleh badan usha milik desa (Bumdes) dan setiap tahunnya distribusi ke pendapat asli desa (PAD) sebesar Rp 112 juta dari parkir dan karcis.

‘’Tidak ada sewa kios atau los bedak karena kios atau los bedak sangat sederhana,” ungkapnya.

Setiap hari di depan Pasar Desa Kepoh ketika sore sampai malam digunakan untuk UMKM.

‘’Jumlah kios atau lapak lebih dari 300 tempat,” terangnya. (oss/irv/msu)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#pasar #Kebakaran #pasar tradisional #pemkab bojonegoro #kepohbaru #umkm #pembangunan #Ekonomi #kios #bojonegoro #renovasi #Bidak #Pasar Desa