Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Yuk

HET Elpiji Melon Naik, Warga Blora Keberatan

Yuan Edo Ramadhana • Jumat, 13 September 2024 | 19:02 WIB
ELPIJI: Mobil pengangkut elpiji melon sedang dropping tabung di sebuah toko di Kecamatan Cepu kamis (12/9). (M. LUKMAN HAKIM/RADAR BOJONEGORO)
ELPIJI: Mobil pengangkut elpiji melon sedang dropping tabung di sebuah toko di Kecamatan Cepu kamis (12/9). (M. LUKMAN HAKIM/RADAR BOJONEGORO)

 

BLORA, Radar Bojonegoro - Harga eceran tertinggi (HET) elpiji melon ukuran tiga kilogram naik Rp 2.500. Dari harga Rp 15.500 menjadi Rp 18.000 di tiap pangkalan sesuai Surat Keputusan (SK) Gubernur Jawa Tengah (Jateng).

Kenaikan tersebut dirasa cukup memberatkan bagi warga. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora telah mengundang agen pangkalan untuk menyesuaikan harga. Hasilnya, tidak terjadi pengurangan. Namun, pemkab memastikan tidak ada kelangkaan.

Haris salah satu warga Desa Nglanjuk, Kecamatan Cepu mengungkapkan, harga elpiji melon naik menjadi Rp 22 ribu sejak Senin lalu (9/9). Sebelumnya, harga Rp 18 ribu hingga Rp 19 ribu per tabung.

Baginya kenaikan tersebut dirasa memberatkan bagi masyarakat ekonomi rendah. ’’Ya cukup memberatkan kalau jadi Rp 22 ribu, biasanya paling mahal naik Rp 20 ribu,” ungkapnya kamis (12/9).

Hari mengaku, dirinya biasa menggunakan elpiji melon untuk kebutuhan sehari-hari dan berjualan gorengan di rumah. Ia berharap kenaikan harga disesuaikan dengan kantong masyarakat ekonomi bawah.

Namun, menurutnya walaupun naik tidak terjadi kelangkaan. ’’Harga memang naik, tapi ini carinya mudah, tidak sulit seperti sebelum-sebelumnya,” jelasnya.

Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Kecil Menengah (Dindagkop UKM) Blora Kiswoyo mengungkapkan, menindaklanjuti SK Gubernur Jateng, pihaknya telah mengundang para agen pangkalan untuk mendiskusikan HET elpiji melon.

Namun, pada pertemuan itu disepakati jika harga tetap naik menjadi Rp 18.000 di pangkalan. ’’Kesimpulan rapat, HET di tingkat pangkalan tidak berubah. Pemda tidak mengatur lagi karena sudah diatur SK Gubernur,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam Sekretariat Daerah Kabupaten Blora Pujiariyanto mengatakan, saat ini Kabupaten Blora tidak akan mengalami kelangkaan elpiji seperti Maret 2024.

Pasalnya, Pertamina telah menambah stok sekitar 13.000 lebih tabung untuk masyarakat Blora. ’’Adanya kenaikan HET ini kami memastikan tidak ada kelangkaan yang terjadi. Jumlah kuota LPG di Blora mencapai 23.741 kuota per tahun atau sekitar 7 juta tabung gas elpiji yang tersebar di 887 pangkalan,” jelasnya. (luk/bgs)

 

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#elpiji melon #kecamatan #Pemkab #naik #Desa #kelangkaan #harga eceran tertinggi (HET) #cepu #Nglanjuk #Surat Keputusan (SK) #blora #jateng #gubernur #dindagkop ukm