Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Yuk

Harga Gabah Melambung, Petani Untung

Muhammad Suaeb • Rabu, 6 September 2023 | 02:00 WIB

Ilustrasi Harga Gabah Melambung (Ainur Ochiem/R.Bjn)
Ilustrasi Harga Gabah Melambung (Ainur Ochiem/R.Bjn)

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Para petani padi semringah. Sebab, harga gabah naik mencapai Rp 7.000 per kilogram. Sehingga tidak perlu membeli beras dengan harga mahal. Petani padi juga bisa menjual hasil panennya dengan harga tinggi.

Wina, petani asal Desa Sumberarum, Kecamatan Dander mengatakan, saat ini padi sudah berbuah. Tinggal menunggu kering dan panen. Awal Oktober nanti sudah memasuki musim panen.

Ia merasa senang karena kenaikan harga gabah kering saat ini mencapai Rp 7.500 per kilogram. Padahal sebelumnya hanya Rp 6.000 per kilogram. ‘’Merasa untung karena menanam padi saat ini,” ujarnya.

Kebahagiaan serupa juga dirasakan Karjan, petani di Desa Kunci, Kecamatan Dander. Meskipun, lanjut dia, modal untuk menanam padi di musim kemarau lebih tinggi. Karena pengairannya sepenuhnya beli.

Namun, melihat kenaikan harga gabah signifikan, tentu membuat petani untung. ‘’Sayangnya, jumlah tanaman padi musim ini hanya sedikit karena musim kemarau. Kebanyakan ditanami jagung,” katanya.

Pimpinan Cabang Bulog Sub Divre Bojonegoro Sugeng Hardono mengatakan, harga gabah kering panen (GKP) saat ini kisaran Rp 7.000 hingga Rp 7.200 per kilogram di sawah. Untuk harga gabah kering giling (GKG) antara Rp 12.500 hingga Rp 13.000 per kilogram.

‘’Bulog bisa terus menyerap gabah atau beras petani. Selama harga beras cadangan beras pemerintah (CBP) bisa menjangkau harganya,” tuturnya.

Sugeng menjelaskan, tingginya harga gabah dipengaruhi faktor internal dan eksternal. Di antaranya, jumlah panen padi relatif terbatas saat musim kemarau. Juga, dampak dari adanya fenomena el nino.

Selanjutnya, tidak terjadinya keseimbangan antara supply dan demand. ‘’Supply lebih kecil daripada permintaan,’’ jelasnya.

Berdasar data Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bojonegoro, luas tanam padi mulai Oktober 2022 hingga Juni 2023 tercatat sebesar 148.014 hektare. Sedangkan, untuk luas panen mulai Januari hingga Juni 2023 mencapai 128. 822 hektare.

 ‘’Hingga Juni 2023 ini total produksi padi di Bojonegoro sudah mencapai 793.941 ton,” ujar Kepala Bidang (Kabid) Tanaman Pangan Holtikultura dan Perkebunan DKPP Bojonegoro Imam Nurhamid Arief. (ewi/bgs)

Editor : M. Yusuf Purwanto
#harga gabah #Panen #Beras Cadangan #beras #melambung #Petani #padi #Kemarau #gabah kering #DKPP Bojonegoro