Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Harga Beras Tembus Rp 13.500, Harga Gabah hingga Rp 7 Ribu di Pasar Banjarejo, Bojonegoro

Muhammad Suaeb • Minggu, 27 Agustus 2023 | 02:25 WIB
MULAI NAIK: Pedagang beras di Pasar Banjarejo sedang menunggu pembeli, harga kebutuhan pokok itu merangkak naik. (CANTIKA ARIYANTO MG-2/RDR.BJN)
MULAI NAIK: Pedagang beras di Pasar Banjarejo sedang menunggu pembeli, harga kebutuhan pokok itu merangkak naik. (CANTIKA ARIYANTO MG-2/RDR.BJN)

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro —  Minimnya stok gabah di lapangan memicu harga beras di pasaran melambung. Harga per kemarin (25/8) beras di Pasar Banjarejo tembus Rp 13.500 per kilogram, dari sebelumnya Rp 9.500 per kilogram.

Pimpinan Cabang Bulog Sub Divre Bojonegoro Sugeng Hardono mengatakan, harga beras tetap mengikuti harga gabah. Saat ini harga gabah mengalami kenaikan. Harga gabah kering panen (GKP) berkisar Rp 6.500 — Rp 6.700 per kilogram (Kg) bulan lalu. Sedangkan, saat ini mencapai Rp 7.000 per Kg.

Sugeng menjelaskan, kenaikan GKP disebabkan permintaan tinggi di pasar, sementara itu ketersediaan tidak banyak akibat panen relatif terbatas. Wilayah Bojonegoro dan sekitarnya diperkirakan baru memasuki musim panen ketiga pada September hingga Oktober mendatang.

Tingginya permintaan beras di pasar yang berbanding terbalik dengan ketersediaan beras salah satu dampak dari kemarau panjang yang terjadi. Di musim kemarau seperti saat ini, tidak banyak petani yang menanam padi.

Di Bojonegoro, hanya petani di sekitar bataran sungai Bengawan Solo dan persawahan dekat sumur bor saja yang ditanami padi. Berbeda saat musim penghujan, hampir semua lahan ditanami padi.

Dedi, salah satu penjual beras di Pasar Banjarejo mengatakan, tidak adanya panen menyebabkan stok menipis. Kenaikan harga memengaruhi tingkat pembelian meskipun tidak terlalu signifikan.

Mengingat beras merupakan kebutuhan pokok masyarakat. Dulu sebelum harga naik dapat menyetok sekitar satu ton beras. Sedangkan, sekarang hanya bisa sekitar tiga hingga empat kuintal saja, jelasnya.

Kenaikan harga beras diperkirakan bertahan hingga September atau Desember. "Untuk harga beras diperkirakan bisa turun kalau pada September hinga Desember. Karena minimnya petani yang menanam padi untuk saat ini," beber Dedi pria asal Tanjungharjo.

Widya, salah satu pembeli beras di Pasar Banjarejo mengatakan, biasanya membeli beras dengan kualitas premium. Sekarang berganti beras biasa untuk menghemat. Perbedaan harganya lumayan, katanya. (ewi/mg 1/mg 2/msu)

Editor : M. Yusuf Purwanto
#bulog bojonegoro #Gabah #naik #beras #stok