Penyaluran Benih Padi Tersisa 2,4 Ton, Petani di Kecamatan Dander Mengku Tak Paham

Dewi Safitri • Dipublikasikan Minggu, 11 Oktober 2026 | 08:00 WIB
PANEN PADI: Petani sedang memanen padi, DKPP berencana menyalurkan hibah benih benih padai sebanyak 589 ton. (HAKAM ALGHIFARI/RADAR BOJONEGORO)
PANEN PADI: Petani sedang memanen padi, DKPP berencana menyalurkan hibah benih benih padai sebanyak 589 ton. (HAKAM ALGHIFARI/RADAR BOJONEGORO)

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Penyaluran bantuan benih padi di Bojonegoro hingga Oktober 2026 mencapai 589,8 ton dari total alokasi 592,225 ton. Sehingga, masih ada 2,4 ton benih yang belum tersalurkan. 

Sebaliknya, petani di Kecamatan Dander belum merata, sebagian petani mengaku tidak paham adanya bantuan yang dibiayai dari uang negara itu.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Bojonegoro, Zaenal Fanani mengatakan, total alokasi bantuan benih yang disiapkan DKPP bersumber dari APBN, APBD Provinsi Jawa Timur, dan APBD Kabupaten Bojonegoro.

Dari APBN memberikan bantuan terbesar 544.250 kg benih padi untuk lahan seluas 21.770 hektar. Kemudian, APBD Jawa Timur menyumbang 25.000 kg benih padi untuk lahan seluas 1.000 hektar.

Baca Juga: Tekan Impor Beras, Kementan Sediakan 90.000 Ton Benih Padi dan Jagung

Dan, dari APBD Kabupaten Bojonegoro dialokasikan sebanyak 22.975 kg benih padi untuk lahan seluas 1.028 hektar.

Dari alokasi tersebut, hingga Oktober 2026 telah terealisasi 20.550 kg untuk luas lahan 923 hektare. Di antaranya, padi hibrida 3.800 kg untuk 253 hektare. Kemudian, padi inhibrida varietas Gamagora 16.750 kg seluas 670 hektare.

“Secara keseluruhan, alokasi bantuan benih padi yang disiapkan di Kabupaten Bojonegoro pada 2026 mencapai 592.225 kg atau 592,225 ton. Target cakupan lahan seluas 23.798 hektar,” terangnya.

Dengan realisasi mencapai 589,8 ton di lahan seluas 23.693 hektare hingga Oktober tahun ini. Masih tersisa sebanyak 2.425 kg yang belum salur.

Meski begitu, Dia optimis,  sisa alokasi akan selesai disalurkan secara bertahap sesuai dengan kalender tanam di masing-masing wilayah kecamatan.

"Pendistribusian benih dikawal hingga diterima langsung oleh kelompok tani penerima manfaat. Dengan begitu, dampaknya benar-benar dirasakan petani dalam meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani kita,” ujarnya.

Baca Juga: 400 Hektare Tanaman Padi di Bojonegoro Terancam Gagal Panen

Terpisah, petani asal Kecamatan Dander, Pak Eko sapaannya, mengatakan, pernah mendengar informasi terkait adanya bantuan benih. Namun, untuk siapa dan apa persyaratannya, dia mengaku, tidak mengetahui lebih lanjut.

"Tidak mendapat dan hanya mendengar saja. Tidak tahu lebih lanjut," katanya. (ewi/msu)

Editor : Farhan Reza Ardiansyah
benih padi APBD Kabupaten Bojonegoro Petani bojonegoro bantuan