RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Berkat kolaborasi dengan perguruan tinggi, Desa Ketringan, Kecamatan Jiken mampu menciptakan teknologi ramah lingkungan dengan memanfaatkan tenaga surya. Dari inovasi itu lahir lampu penerangan jalan dan sistem irigasi dari tenaga surya.
Perangkat Desa Ketringan, Mohammad Romli menjelaskan, pihaknya bekerja sama dengan Universitas Budi Luhur (UBL). Berkat kolaborasi itu dihasilkan teknologi yang ramah lingkungan.
Yakni lampu penerangan jalan dengan sumber dari tenaga surya. Hingga sistem irigasi berbasis tenaga surya. Pihaknya menyebut inovasi itu dilatarbelakangi beberapa hal.
Yakni upaya untuk pemerataan pembangunan dan infrastruktur. Khususnya dalam bidang penerangan. Juga membantu para petani agar lebih hemat energi. Serta memudahkan mereka melakukan irigasi.
‘’Penerapan teknologi ini sebagai langkah menuju penghematan beban biaya pembayaran listrik dan implementasi penerapan teknologi yang ramah lingkungan,’’ katanya.
Perwakilan dari Dosen UBL, Debit Setiono menjelaskan, teknologi ramah lingkungan itu di antaranya yakni pemanfaatan tenaga surya sebagai energi baru dan terbarukan (EBT).
Hal ini termasuk dalam usaha untuk tercapainya kemandirian dan ketahanan energi nasional (KEN). Di mana hal ini merupakan tujuan utama dari kebijakan KEN 2050.
‘’Hal ini juga selaras dengan misi 1 dan 3 program unggulan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Blora, yaitu dalane padang dan petani mandiri,’’ tuturnya.
Dari inovasi tersebut serta kerjasama dengan masyarakat dan pemerintah desa, akhirnya terbangunlah 15 lampu penerangan jalan bertenaga surya. Serta sistem irigasi pertanian yang menggunakan panel surya. Sehingga warga tak perlu mengeluarkan biaya untuk kebutuhan listrik.
‘’Inovasi ini berorientasi pada kebutuhan masa depan, dengan integrasi smart grid dan penyimpanan energi (baterai), untuk menjamin kontinuitas listrik saat malam atau cuaca buruk,’’ tambahnya.
Menurutnya, program tersebut turut membuka peluang riset dan edukasi energi terbarukan bagi generasi muda desa. Tentunya dengan dukungan kebijakan, partisipasi masyarakat, dan kolaborasi lintas sektor.
‘’Ini juga berpotensi menjadi model pengembangan desa mandiri energi yang ramah lingkungan, dan berdaya saing tinggi di masa depan,’’ pungkasnya. (hul/ind)
Editor : Yuan Edo Ramadhana