RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Kondisi rusaknya jalan Desa Napis, Kecamatan Tambakrejo, tak hanya dirasakan warga di Dusun Kalidandang. Bahkan, 11 dusun di desa tersebut, sebagian besar masih kondisi berlumpur.
Seperti yang terjadi di Dusun Koripan, Desa Napis, yang hingga kini belum pernah merasakan pembangunan.
Berbagai faktor diduga menjadi penghalang lamanya proses pembangunan jalan. Seperti kondisi geografis antardusun yang terpisah oleh hutan dan sungai, hingga faktor pembebasan lahan yang belum selesai.
‘’Dusun di (Desa) Napis memang mencar-mencar, kalau jalannya baru bergeseran dari pedel,” ungkap Kepala Desa Napis Mulyono.
Menurutnya, kondisi jalan Dusun Kalidandang (barat) masih menunggu pembebasan lahan melalui skema APBN, sejauh 17 kilometer menuju Watujago dan telah terbangun 8 kilometer.
‘’Kalau Dusun Kalidandang-Watujago masih ada sekitar 100 KK yang terbayar, dari PU Bina Marga memang belum bisa membangunan kalau pembebasan lahan belum selesai,” terangnya.
Sementara itu, kondisi jalan Dusun Koripan (timur), hingga saat ini masih belum berlumpur dan belum tersentuh pembangunan. Menurutnya, jalan tersebut dalam proses perubahan status dari jalan desa menjadi jalan kabupaten. ‘’Setiap tahun mulai 2014 sampai sekarang, pihak desa selalu mengajukan proposal namun belum terealisasi,” imbuhnya.
Terpisah, Sekretaris Dinas PU Bina Marga dan Penataan Ruang Kabupaten Bojonegoro Chusaifi Ivan menyampaikan, bahwa pembangunan jalan di Desa Napis masih dalam proses pembebasan lahan.
Dipastikan hal tersebut tidak ada kendala. ‘’Bukan terkendala, tetapi memang harus ada proses seperti itu (pembebasan lahan),” katanya terpisah. (dan/msu)
Editor : Yuan Edo Ramadhana